Tari Capoiera, Alternatif Melepas Penat Aktifitas Kampus

Ditulis oleh admin web   // April 25, 2011   // 0 komentar

HaCkeD bY Al3x 0wn5 Over Head Kick | Titah Hari Prabowo/SUMA

Universitas Indonesia, Suara Mahasiswa Online- Kehidupan kampus yang padat kerapkali membuat kita merasa jenuh dan lelah. Jadwal kuliah dari pagi hingga sore, program kerja organisasi-organisasi yang menyita perhatian, belum lagi beban di luar kampus. Namun kini, ada pilihan baru di kampus bagi anda yang merasa bosan dengan hal di atas, seperti Capoeira Quizumba, Klub Tari Latin, dan Fitness Point.

Capoeira Quizumba ” Pada dasarnya Capoeira butuh ke solidan, solid identik dengan kampus, makanya tujuan kita memang kampus karena biar kesatuan kita kuat,” ujar Franky, instruktur, saat ditanya alasannya mengembangkan Quizumba di Depok khususnya UI. Selain itu, manfaat dari Capoeira pun banyak. Seperti melatih pengembangan emosidan kreatifitas. Hari Mumpuni, Fisip ’05 menjelaskan badan jadi lebih lentur berat badan turun, rileks, enak kalau kita melakukan gerakan ada musik da nyanyi nyanyian, pikiran jadi tenang. ”Pokoknya Capoeira itu seni beladiri yang indah banget deh,” ujarnya.

Capoeira Quizumba berdiri pada Juli 2007. Seni beladiri yang memiliki jadwal latihan setiap Selasa dan Jumat jam 16.00 di lapangan futsal FISIP ini bisa diikuti hanya dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp 75.000,00 per bulan. Ole, Psiko ’04, salah satu anggota, mengungkapkan bahwa beladiri ini sampai sekarang telah memiliki anggota kurang lebih 30 orang, meskipun tidak semuanya anak UI. Untuk memenuhi syarat kegiatan menjadi UKM (30 orang dari 8 fakultas), Ole’ dkk mencoba melakukan promosi. “Makanya, kita sekarang latihan di sini (lapangan parkir ATM BNI Balairung), akan banyak yang melihat tuh. “ terangnya.

Klub Tari Latin

Lain dengan Capoeira yang baru didirikan, Klub Tari Latin sudah masuk angkatan tahun ke-3. Saat ini, klub yang mengadakan latihan setiap hari Jumat pukul 16.00- 18.00 sudah beranggotakan lebih dari 180 peserta dari berbagai fakultas di tingkatan D3, S1, Ekstensi.

Kegiatan ini awalnya diadakan oleh Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) dalam rangka mencari bibit-bibit unggul dari mahasiswa UI dan sekarang masih dalam proses menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Pelatihnya, Linny dan Roeby, yang juga dipilih langsung oleh IODI.

Komunitas ini tidak menuntut anggota baru sudah memililki dasar tari. “ Jadi nggak perlu khawatir untuk ikut latihan dan lagipula kegiatan ini gratis loh,” ujar Indi (FKM ’04). Contohnya saja Riri, FKM ’05, yang mengaku tidak mempunya dasar tari latin waktu pertama kali masuk. “ Tapi sekarang sudah lumayanlah.” Katanya merendah. Desember ini, Riri dkk. Mewakili UI berlaga di Lomba Internasional Dance III di Lion Tower, Harmoni.

Fitness Centre

Dua bulan belakangan ini pun telah dibuka fasilitas fitness center yang dibangun di gedung Engineering Center Fakultas Teknik dengan nama Fitness Point. Peminatnya dikenakan biaya Rp 90.000 sebagai member awal.

Lokasi yang strategis merupakan salah satu keuntungan fasilitas ini. Selain berada di dekat jalan keluar belakang (Kutek dan kukel), aksesnya dibantu dengan hadirnya jembatan Teksas. Ata, mahasiswa FIB, salah satu yang merasakannya, ” Gue kuliah di FIB, jadinya pas gue tahu ada fitness center di FT ya gue ikut deh, gampang tinggal lewat jembatan teksas.” jelasnya.

Jenis egiatan baru di atas memperbanyak alternatif kegiatan kampus di UI. Harapan kita, semoga kegiatan baru ini dapat menciptakan mahasiswa yang berkompeten tidak hanya di bidang akademik, tapi juga non akademik. Tapi jika memang tidak bisa berprestasi, hanya untuk sekedar mengisi waktu luang dan melatih kebugaran boleh juga kan?

*Artikel Repro Gerbatama, ini ui! Desember 2007

Penulis- Tim Bentang Gerbatama, ini ui! Desember 2007

Penyunting- Oky Sumadi`08 / SUMA UI


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *