Pekerja Kampus Menuntut Kejelasan Status

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // Mei 2, 2011   // 0 komentar

Peralihan status menjadi PNS, tuntutan yang terus diteriakkan saat orasi | Fariz Panhegar/SUMA

Suara Mahasiswa Online, Universitas Indonesia- Pada tanggal 2 Mei 2011, yang juga bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Paguyuban Pekerja UI mengadakan aksi demonstrasi. Tuntutan dari aksi tersebut adalah kejelasan status kepegawaian mereka.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.30 ini diikuti oleh berbagai unsur yang ada di UI, mulai dari dosen, karyawan, dan mahasiswa. Massa terlebih dahulu berkumpul di Silang Monas, depan Gedung Indosat. Selanjutnya mereka secara serentak melakukan long march menuju Istana Negara.

Orasi pertama kali dibuka oleh Andri, anggota presidium Paguyuban Pekerja UI. Ia menyampaikan tuntutan dari para pekerja yaitu kejelasan mengenai status kepegaiwan mereka. Orasi selanjutnya disampaikan oleh para karyawan maupun dosen yang mewakili fakultas masing-masing. Salah satu karyawan yang menyampaikan orasi adalah Dedi Kusnadi. Ia telah mengabdi selama 26 tahun tetapi tidak mendapatkan kejelasan mengenai statusnya.

Bahkan seorang profesor dan dekan ada yang status kepegawaiannya tidak jelas karena berstatus sebagai pegawai BHMN. Sementara itu, UI sudah bukan BHMN lagi setelah UU No 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. “Dekan FE UI sekarang itu berstatus pegawai BHMN” ujar Irwansyah, koordinator lapangan aksi.

Mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di UI terlihat ikut serta dalam aksi ini. BEM dari berbagai fakultas hadir dalam aksi ini, diantaranya BEM FISIP, BEM FH, BEM FT dan BEM UI. Disela-sela aksi, mahasiswa juga berkesempatan untuk melakukan orasi. Orasi yang disampaikan sejalan dengan tuntutan para pekerja UI. “Bila kita ingin melihat negara ini baik, maka kita lihat mahasiswanya, tapi bagaimana jika para pencetak mahasiswa dan cendikia ini sedang menghadapi masalah?” Ujar Cesar Mahasiswa FH UI.

Maman Abdurahman, selaku Ketua BEM UI juga menyampaikan hal yang senada. “Kita menuntut bagaimana rektor bisa memperjelas status pegawai.” Ujarnya. Ketika diwawancarai oleh Suara Mahasiswa, Ia menyampaikan bahwa bagaimana kita bisa menekan political will dari rektorat. Selain itu, ia juga mempertanyakan mengenai bagaimana mekanisme peralihan status itu sendiri.

Aksi ini tidak hanya diikuti oleh para pekerja UI dan juga mahasiswa saja, tetapi juga diikuti oleh berbagai elemen yang mendukung gerakan ini. mereka yang turut serta dalam aksi ini antara lain adalah Serikat Pekerja Angkasa Pura I, Serikat Karyawan Indosiar, Serikat Pekerja PLN dan Forum Mahasiswa Lintas Kampus.

Aksi yang dilaksanakan di depan Istana Negara ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengalihan Status Kepegawaian. Rancangan tersebut diserahkan oleh perwakilan demonstran kepada pihak Istana. Perwakilan tersebut terdiri dari lima orang yaitu presidium paguyuban, Ketua BEM UI dan tiga orang perwakilan karyawan.

Aksi kemudian dilanjutkan di Salemba UI. Aksi ini sebelumnya memang tidak direncanakan. Namun, karena ada pesan singkat berisi intimidasi terhadap salah satu demonstran dari FKG yang berasal dari nomor yang dikenali milik wakil dekan FKG UI. Aksi yang dilakukan di FKG UI bertujuan untuk meminta penjelasan dari wakil dekan tentang pesan singkat tersebut. Selain itu mereka juga mengajak pekerja lain di kampus Salemba untuk turut serta dalam aksi. Pukul 16.00, massa membubarkan diri dengan tertib.

Penulis- Riefky Bagas Prastowo`09 / SUMA UI

Staf Penulis- Drajat Supangat`09 / SUMA UI

Penyunting- Fariz Panhegar`08 / SUMA UI


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *