Pentas Tunggal Teater UI, Perempuan Pilihan Dewa

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // Mei 8, 2011   // 0 komentar

HaCkeD bY Al3x 0wn5

Suara Mahasiswa Online, Universitas Indonesia- Sabtu s.d. Minggu (7-8/5) Unit Kegiatan Mahasiswa Teater UI melaksanakan pementasan tunggal dengan judul Perempuan Pilihan Dewa. Pementasan ini dilaksanakan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Perempuan Pilihan Dewa diadaptasi dari novel The Good Person of Zcehwan karya Bertolt Brecht, berkebangsaan Jerman. Pementasan ini mengisahkan misi tiga dewa yang turun ke dunia untuk mencari orang yang baik. Sang Dewa mendapat kabar bahwa sekarang ini susah sekali untuk menemukan orang baik di dunia ini. Untuk itu mereka hendak membuktikan bahwa di dunia ini masih ada orang yang baik hati, sekalipun hanya ada seorang saja.

Ketika turun di dunia, ketiga dewa bertemu dengan Wang, si Tukang Air, yang akhirnya mempertemukan dengan seorang perempuan bernama Sente. Sente adalah perempuan muda baik hati yang malang. Hidupnya sengsara diacuhkan dan direndahkan orang lain. Hidupnya serba terbatas, sehingga dia harus melakukan pekerjaan yang dianggap hina oleh orang lain. Dewa melihat ketulusan hati Sente dalam menjalani hidup kemudian memberikannya rezeki yang berlimpah.

Kemalangan Sente bukan lantas terhenti di situ. Kerabat dan teman-teman terdekatnya memanfaatkan kebaikan hati Sente dengan memerasnya. Sente juga ternyata dimanfaatkan oleh laki-laki yang ia cintai. Singkat cerita Sente akhirnya memainkan peran sebagai saudara sepupu Sente, Tuan Suta, supaya dapat menyelesaikan permasalahan hidupnya. Tuan Suta memiliki karakter berkebalikan dengan Sente yang sebenarnya.

Project Officer pementasan ini, M. Asril Zalmi Tanjung (F.Psiko 2008) mengungkapkan bahwa walaupun novel ini berasal dari barat, namun sang sutradara merasa bahwa kondisinya sangat sesuai dengan Indonesia. “Saat ini kita melihat ketidakadilan, penindasan terjadi di mana-mana”, jelas pemuda yang akrab disapa Acil ini. Kemudian ia berpesan, “dalam hidup kita harus berjuang, seperti kisah Sente dalam pementasan ini.”

Pementasan Perempuan Pilihan Dewa ini ternyata mendapat tanggapan yang sangat antusias dari para mahasiswa UI dan penonton pada umumnya. Hampir seluruh kursi ruangan dipenuhi oleh penonton. Tampak juga salah seorang seniman ternama Indonesia, Sudjiwo Tedjo, menonton pertunjukan dari salah satu sudut ruangan. Salah satu penonton, Tsania, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pementasan ini sangat menghibur. Mahasiswa Ilmu Kessos FISIP UI ini berpendapat bahwa cerita yang open ending benar-benar seolah mengajak penonton untuk menarik kesimpulannya sendiri. Seolah penonton adalah dewa-dewanya. “Apakah yang terbaik menghukum manusia yang melanggar aturan atau memperbaiki dunia yang aturan mainnya sudah kacau?”, jelas Tsania.

 

Penulis- Adi Pratama`08 / SUMA UI


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *