Menengok Keindahan Derawan

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // Mei 9, 2011   // 1 komentar

Senja di Derawan | Adi Pratama/SUMA Senja di Derawan | Adi Pratama/SUMA

Adi Pratama, Mahasiswa FISIP UI – Program Studi Hubungan Internasional 2008Adi Pratama, Mahasiswa FISIP UI – Program Studi Hubungan Internasional 2008

Pulau Derawan hanya merupakan salah satu pulau dari kepulauan yang indah ini. Di dekat Pulau Derawan terdapat tiga pulau lain yang menjadi incaran wisatawan; Pulau Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Sebenarnya masih banyak pulau-pulau kecil lain disekitarnya, namun empat pulau tersebut lah yang paling populer.

Pulau Derawan merupakan pulau yang terdekat dari pelabuhan penyebrangan, Tanjung Batu. Dari empat pulau tadi, hanya di Derawan yang pemukimannya paling banyak. Di Pulau Maratua ada perkampungan juga, namun tidak sebesar di Pulau Derawan. Sedangkan di kedua pulau lainnya tidak terdapat pemukiman. Resort, peningapan, maupun homestay banyak tersedia di pulau ini dengan harga yang terjangkau.

Anda bisa mendapat penginapan mulai harga Rp50.000,00 hingga Rp500.000,00 sekalipun. Selain pantai pasir putih yang indah, anda bisa melihat air laut yang sangat jernih. Di bawahnya anda bisa menjumpai ikan-ikan indah yang biasa anda lihat di akuarium atau televisi. Penyu- penyu juga berenang disekitar pantai untuk mencari makan. Mereka tampak tidak terganggu dengan keberadaan manusia di sekitar pantai.

Dalam perjalanan menuju pulau-pulau lain di sekitar Derawan, jika anda beruntung anda dapat menjumpai sekawanan lumba-lumba yang melintas. Mereka berenang, melompat. meliuk-liuk seolah menari menyambut anda yang sedang dalam perjalanan.

Pulau Maratua | Yanuar Priambodo/FISIPPulau Maratua | Yanuar Priambodo/FISIP

Resort mewah dengan pemandangan langsung menghadap ke laut lepas dapat anda jumpai di Pulau Maratua. Pulau ini menjadi tempat tujuan selam wisatawan. Di sana mereka sudah mempunyai fasilitas selam yang lengkap untuk disewakan, termasuk instrukturnya. Di pulau ini anda dapat menjumpai air laut yang lebih jernih lagi. Anda dapat melihat pasir maupaun karang di dasar laut meskipun kedalamannya diperkirakan 7 meter lebih.

Jika ingin berenang bersama ubur-ubur, anda bisa mampir dulu ke Pulau Kakaban. Di tengahnya terdapat sebuah danau yang berisi ribuan, bahkan mungkin jutaan ubur-ubur. Orang menyebutnya Kerajaan Ubur-Ubur tidak menyengat. Keunikan ini membuat pulau ini menjadi pulau yang dilindungi oleh lembaga internasional, PBB. Tidak diperkenankan untuk membangun pemukiman di pulau ini demi menjaga keindahan alam dan menjaga kelestarian ubur-ubur langka ini.

Jika masih memiliki uang lebih lagi, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pulau Sangalaki. Pulau ini merupakan tempat penangkaran penyu dan tujuan selam wisatawan. Menurut masyarakat setempat, setiap wisatawan mancanegara hampir pasti mampir di pulau ini untuk menyelam. Mereka menuturkan bahwa dunia bawah air Pulau Sangalaki termasuk yang terindah di dunia.

Keindahan Kepulauan Derawan sudah terdengar hingga mancanegara. Jika kalian berkunjung ke sana, jangan kaget jika anda lebih banyak menemui wisatawan mancanegara daripada wisatawan domestik. Sebagian besar resort di kepulauan ini merupakan investasi orang asing, baik Malaysia, Cina, dan lain-lain.

Bahkan penulis pernah menjumpai seorang Prancis yang memiliki rumah di Pulau Derawan. Wisatawan tersebut mengungkapkan bahwa biasanya dia hidup 6 bulan di Prancis dan 6 bulan di Derawan. Menurut dia Derawan sangat eksotis.

Tentu sangat disayangkan jika salah satu aset bangsa ini hanya dinikmati oleh pihak-pihak asing. Kepulauan ini menunggu petualang muda Indonesia yang sukses, yang peduli dengan keindahan alam dan pariwisata Indonesia untuk ikut serta mengembangkan potensi alam yang ada. Semua ini untuk kejayaan Indonesia.

Indonesia laksana buku. Jika engkau tidak menjelajahinya, sama seperti buku yang kau diamkan saja. Kenali negerimu, cintai negerimu.

Salam Penjamah Indonesia !

Pulau Maratua |Yanuar Priambodo / FISIPPulau Maratua |Yanuar Priambodo / FISIP

 

(Adi Pratama, Mahasiswa FISIP UI – Program Studi Hubungan Internasional 2008)


Berita Terkait

1 KOMENTAR

  1. By Dian Kusumawardhani #17, November 19, 2017

    Keren ya, Derawan! Sayang, lebih banyak wisman daripada wisatawan domestiknya, sama dengan di Gili Trawangan deh. Hidup Indonesia! Hidup petualang muda Indonesia!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *