Petang Puisi 2011

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // Mei 23, 2011   // 0 komentar

Kamis(19/5) Teater Sastra FIB UI meyelenggarakan acara petang puisi di ruang 4101 FIB UI. Acara yang dilaksanakan pada kali kedua ini juga dihadiri oleh sastrawan senior, Taufiq Ismail.

Petang puisi kali ini bertema kebangkitan Nasional dan Realitas Kebangsaan Saat Ini. Ketika ditanya oleh pembawa acara mengapa mengangkat tema tersebut, Maria Astrid, Ketua Pelaksana petang puisi menjawab dengan lugas, “kami berusaha menyadarkan kebangkitan nasional dan melihat isu-isu yang terjadi di sekitar kita,” Tukas mahasiswi yang akrab disapa Aci ini.

Acara diramaikan dengan mahasiswa yang tampil ke depan untuk membacakan puisi bertemakan kebangkitan nasional baik buatan sendiri maupun orang lain. Namun sebelumnya, Sasina, grup musik mahasiswa FIB UI tampil membawakan musikalisasi puisi untuk menambah warna acara yang diselenggarakan atas kerjasama ILUNI FIB UI ini.

Selain dari mahasiswa, tamu yang diundang seperti sastrawan senior, Taufiq Ismail dan ketua ILUNI FIB UI, Fadly Zon dan beberapa lainnya juga turut membacakan puisi tentang realita sosial. Taufik Ismail dalam tanggapannya mengenai kesadaran kebangkitan nasional saat ini menuturkan,”dulu kita dijajah bangsa Belanda, sekarang kita dijajah bahasa Amerika.”

Pada menjelang akhir acara, Pembina Teater Sastra, I Yudhi Sunarto menjelaskan sejarah dari petang puisi di FIB UI yang berawal dari petang kreatif. “kalau 1000 tahun lagi pelataran di depan gedung 9 dan gedung 2 dilakukan ekspedisi arkeologi, pasti akan terlihat sisa-sisa pertunjukan dahulu,” ujarnya yang sontak disambut tawa dari para audiens. Selanjutnya I Yudhi juga mengajak audiens untuk tetap meramaikan petang puisi berikutnya, “ini adalah media untuk mahasiswa berkreasi,” tambahnya.

Irfani Maqoma


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *