International Symposium Pharweek 2011

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // September 10, 2011   // 0 komentar

HaCkeD bY Al3x 0wn5

 

Jumat (9/10), bertempat di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia, HMD Farmasi Universitas Indonesia membuka rangkaian acara Pharweek 2011: Future Drug Discovery dengan sebuah Simposium Internasional bertemakan Imaging in Cancer Drugs Development.

Simposium internasional ini dibuka dengan sebuah triggering materi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Yahdiana Harahap, Guru Besar Ilmu Farmasi FMIPA UI dengan tema Cancer Therapy in Indonesia: The Conventional and The Targeted Therapy.

“Di Indonesia, kanker menduduki peringkat ke enam sebagai penyebab kematian. Dengan hampir 190.000 orang jumlah penderita kanker di Indonesia” ungkapnya memaparkan data penderita kanker di negara ini. Lebih lanjut, ia mengerucutkan pembahasan materinya ke permasalahan pengobatan kanker yang dikenal di Indonesia, mencakup Conventional Treatment dan Targeted Cancer Therapies (TCT).

“Pemilihan jenis pengobatan yang paling optimum dalam conventional treatment yang dilakukan untuk menangani kanker, menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah resistansi kanker terhadap suatu obat” jelasnya dalam menyimpulkan praktek chemotherapy yang sering dilakukan dalam menangani kanker di Indonesia.

Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai mekanisme pengobatan Targeted Cancer Therapies (TCT) yang mampu mereduksi efek samping dari pengobatan chemotherapy. “Efektivitas kerja dari treatment TCT, perlu dikembangkan dalam meminimalisir efek merugikan dari treatment chemotherapy dan radiotherapy terhadap pasien kanker” jelasnya.

Acara ini mengadirkan pula pembicara asal India, Dr. Gaurang Joshi, seorang konsultan Ayurveda yang merupakan salah satu praktek penyembuhan kanker yang efektif di India, Gregory Raymond Monteith, seorang profesor dalam bidang Farmasi dari University of Queensland, dan Paul William Groundwater yang merupakan perwakilan dari University of Sydney, serta salah satu pengajar dari Departemen Farmasi, FMIPA UI, Dr. Abdul Mun’im.

Pukul  13.30 WIB, acara dilanjutkan dengan agenda Focus Group sebanyak tiga sesi. Sesi pertama yang mengangkat tema “Ayurveda as a Cancer Treatment” disampaikan oleh Dr. Gaurang Joshi, selain itu terdapat pula materi tentang “Herbal Drug Potential as Cancer Treatment” yang disampaikan oleh Dr. Abdul Mun’im. Sesi kedua diisi oleh Gregory Raymond Monteith, membahas mengenai “The Prospective Molecular Targeted Cancer Therapy”, dan sesi terakhir yang membahas mengenai “Chemically Synthesized Drugs for the Treatment of Cancer” disampaikan oleh Paul William Groundwater.

Peserta diajak berdiskusi pula terkait dengan tema yang diangkat dalam simposium internasional ini, melalui sesi Discussion Focus Group mereka dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi, dan membahas mengenai tema yang diangkat dalam focus group yang disampaikan oleh para pembicara sebelumnya.

Menurut Exaudi Ebennezer, selaku chairperson dari acara Pharweek 2011, tema Future Drug Discovery yang mengerucut ke penyakit kanker dan pengembangan pengobatannya, dipilih karena berdasarkan fakta yang ada, kanker merupakan salah satu penyakit yang paling membunuh dan banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Pengembangan pengobatan dan pencegahan penyakit ini sangat perlu untuk dilakukan agar kualitas hidup dari masyarakat Indonesia dapat meningkat.

Simposium Internasional ini merupakan awal dari rangkaian acara Pharweek 2011: Future Drug Discovery. Pada tanggal 10 dan 11 September, akan diadakan Workshop yang menghadirkan lima pembicara pada hari ini, mereka akan membahas mengenai segala macam bentuk pengobatan kanker secara bersamaan. Selain itu, diadakan pula putaran final potion counceling dan drugs modelling yang telah menjaring lima peserta terbaik yang mengikuti pre event Pharweek 2011.

 

Tubagus Ramadhan


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *