Aksi Damai Aliansi Mahasiswa Antar Iman UI

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // September 29, 2011   // 0 komentar

Doa Bersama untuk Indonesia Damai Tanpa Terorisme dalam Aksi Damai Aliansi Mahasiswa Antar Iman di Kampus UI Depok (29/9) Doa Bersama untuk Indonesia Damai Tanpa Terorisme dalam Aksi Damai Aliansi Mahasiswa Antar Iman di Kampus UI Depok (29/9)

 

Mahasiswa yang tergaung dalam Aliansi Mahasiswa Antar Iman melakukan aksi damai di halte Stasiun UI (Kamis 29/9). Aliansi yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI, Komunitas Mahasiswa Buddhis (KMB) UI serta mahasiswa dari berbagai latar agama dan keyakinan lainnya mengangkat tema Indonesia Damai tanpa Terorisme sebagai keprihatinan atas maraknya aksi terorisme dan aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Rozinul Aqli, koordinator aksi damai menyatakan masalah terorisme dan kekerasan atas nama agama marak terjadi namun sejauh ini belum ada pernyataan sikap secara serius dari mahasiswa UI sehingga terkesan mahasiswa bersikap acuh tak acuh dengan masalah ini. “Masalah keagamaan juga perlu untuk disikapi karena jika kita mendiamkannya berarti kita membiarkan kebobrokan ini terus berlanjut” jelas mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2009 ini.

Pemberian tandatangan dukungan terhadap aksi damai Aliansi Mahasiswa Antar Iman bertajuk Indonesia Damai Tanpa Terorisme

Pemberian tandatangan dukungan terhadap aksi damai Aliansi Mahasiswa Antar Iman bertajuk Indonesia Damai Tanpa Terorisme

Viriya Paramita, Ketua Komunitas Buddhis UI menjelaskan, “Kita harus sadar kita sama-sama manusia, perbedaan dalam beragama hendaknya menjadikan masyarakat semakin berwarna bukan untuk menjadi pemecah belah”. “Ketika agama menjadi perbedaan yang harus dijunjung tinggi adalah kemanusiaannya” jelas mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2008 ini.

Rozinul Aqli menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara majemuk dengan adanya masyarakat yang menganut beragam keyakinan. Lebih lanjut dia menambahkan, “Kita harus menyikapi keberagaman tidak dengan cara tertutup namun kita harus selalu membuka pintu diskusi dengan demikian kita bisa menumbuhkan sikap beragama yang moderat, toleran dan inklusif”. Aksi damai ini juga diisi dengan pembacaan puisi, penandatanganan dukungan terhadap aksi damai dan ditutup dengan doa bersama.

 

Fariz Panghegar


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *