Nutrisi dan Aktivitas Fisik untuk Cegah Osteoporosis

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // November 7, 2011   // 0 komentar

Osteoporosis itu ‘silent disease’ tahu-tahu tulang patah akibat keropos periksa ke dokter kalau ngerasa tulang pegel-pegel.

Hal ini disampaikan oleh Walujo Soerjodibroto, Guru Besar Ilmu Gizi Klinik FK UI dalam seminar yang bertemakan ‘Dibalik Kontroversi Susu vs Osteoporosis’ (1/11). Seminar ini diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Gizi FKM angkatan 2008 yang tergabung dalam kelompok tutorial 3 peserta mata kuliah ‘Isu Terkini’.

Walujo Soerjodibroto menjelaskan tidak ada kaitan antara konsumsi susu dengan osteoporosis, susu adalah salah satu asupan nutrisi untuk membantu cegah osteoporosis karena kandungan kalsium dan zat-zat lain yang dibutuhkan tulang. Namun dia menegaskan bahwa susu bukanlah satu-satunya asupan nutrisi yang bisa digunakan untuk memberi nutrisi untuk tulang.

“Ikan teri dan makanan-makanan yang mengandung kalsium, protein, dan vitamin D juga bisa penuhi nutrisi untuk tulang, malah lebih bagus karena gak semua orang Indonesia cocok pencernaannya dengan susu” jelasnya. “Kebanyakan orang Indonesia kembung jika minum susu sehingga minumnya susu yang diencerkan, sedangkan kebiasaan mengencerkan susu membuat kadar kalsium semakin berkurang” tambahnya.

Lebih lanjut Walujo juga menegaskan pentingnya aktivitas fisik untuk meningkatkan kekuatan tulang untuk cegah osteoporosis. “Membentuk tulang itu bukan cuma dari asupan gizi yang masuk, tulang juga harus dipakai, kurang gerak membuat tulang tidak bagus kondisinya” jelasnya. Dia juga mengkritik gaya hidup masyarakat masa kini yang kurang melakukan aktivitas fisik.

 

Fariz Panghegar


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *