Sosialisasi Kurang, Panitia Susun Strategi Promosi

Ditulis oleh Fariz Panhegar   // Desember 6, 2011   // 0 komentar

Pemira IKM UI 2011 merupakan hajatan penting mahasiswa Universitas Indonesia. Pemira IKM UI adalah sebuah wadah pembelajaran politik dan demokrasi di kalangan mahasiswa. Meski demikian, selayaknya lah kita bertanya, ‘Seberapa banyak yang telah kita tahu tentang Pemira IKM UI 2011?’

Pertanyaan di atas justru menjadi sebuah ironi ketika kami mewawancarai salah satu mahasiswa Universitas Indonesia angkatan 2009 (nama ada pada redaksi) dan mendapatkan jawaban yang cukup mengejutkan. Ketika kami mengajukan pertanyaan seputar Pemira IKM UI 2011, dengan jujur sang mahasiswa menjawab ia tak tahu apa-apa. Entah itu tentang berapa jumlah kandidat yang maju maupun mengenai siapa saja kandidat yang memperebutkan kursi ketua BEM tahun ini. Lebih ironis lagi, mahasiswa tersebut sedari sekarang telah memutuskan untuk tidak memberikan hak suaranya ketika Pemira IKM UI 2011 dilaksanakan nanti, alasannya “Enggak mau milih, gak tahu juga siapa yang mau dipilih”.

Inilah salah satu fakta yang kami temukan di lapangan. Meski poster Pemira IKM UI telah dipasang, flyer telah dibagikan secara massal, dan roadshow telah dimulai, agaknya hal ini masih jauh dari cukup untuk ‘membumikan’ Pemira IKM UI yang sejatinya adalah sebuah ajang akbar yang layak untuk mendapatkan perhatian dari kita bersama.

Kenyataan ini juga diakui oleh Project Officer Pemira IKM UI 2011, Muhammad Arief Rakhman. Arief menyatakan bahwa sedari awal, panitia telah menyadari bahwa salah satu tantangan yang akan dihadapi oleh panitia adalah tingginya tingkat apatisme mahasiswa UI. Masih menurut Arief, tak banyak mahasiswa yang mengetahui cukup informasi mengenai Pemira. Pernyataan ini sejalan dengan hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya oleh Divisi Riset SUMA UI yang menemukan bahwa sebagian besar responden tidak mengetahui informasi-informasi seputar Pemira IKM UI 2011 termasuk di dalamnya mengenai waktu penyelenggaraannya hingga siapa saja kandidat yang maju mengikuti pemilihan.

Langkah awal untuk sosialiasi Pemira IKM UI 2011 sejatinya telah dilakukan panitia sedari awal. Pada saat Grand Launching, panitia telah mencoba dengan membagikan 2000 pin Pemira IKM UI 2011 secara gratis. Untuk simbolisasi, panitia juga telah memasang baliho ukuran besar di depan stasiun UI. Poster-poster juga telah ditempatkan pada masing-masing fakultas dan diikuti dengan publikasi melalui jejaring sosisal. Meski demikian, panitia pun mengakui bahwa hal ini masih belum cukup untuk menyebarkan informasi seputar Pemira. Panitia melihat bahwa strategi khusus memang harus ditempuh agar Pemira IKM UI 2011 kali ini tidak sepi partisipasi.

Arief menyatakan bahwa strategi yang akan diambilnya adalah dengan menekankan kepada seluruh panitia, apapun jabatan dan bidangnya, untuk turut serta melakukan publikasi di fakultas asalnya. Hal ini diharapkan agar publikasi Pemira IKM UI dapat lebih masif dan menyentuh lebih banyak lagi mahasiswa. Strategi seperti ini juga diharapkan mampu membuat publikasi menjadi lebih terkontrol. Untuk media publikasi, ke depannya panitia akan menggunakan poster, flyer, jaringan komunikasi, dan juga melalui jejaring sosial. Namun untuk jenis media publikasi, pihak panitia Pemira IKM UI menyatakan akan menyesuaikannya dengan kultur publikasi pada masing-masing fakultas. Sebagai contohnya, media publikasi poster akan efektif di FISIP jika ditempatkan di papan komunikasi yang terletak di lorong fakultas. Lain halnya dengan FK, publikasi lebih efektif jika dilakukan melalui milis dan Blackberry Messenger.

Dengan strategi inilah, panitia berharap Pemira IKM UI 2011 tidak akan sepi dari partisipasi mahasiswa. Lebih lanjut, panitia juga menyatakan bahwa peran stake holder lain yaitu para kandidat dan juga kita sebagai mahasiswa juga sangat penting. Bersama, mari perangi apatisme di kalangan mahasiswa.

Civita Patriana


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *