Refleksi akhir tahun, Mahasiswa UI Gelar Parade Gerakan di Bundaran HI

Ditulis oleh admin web   // Desember 30, 2011   // 1 komentar

DSC_0835

Jumat, 30 Desember 2011 sekitar 50 mahasiswa UI yang terdiri dari berbagai macam fakultas di UI menggelar parade gerakan di Bundaran HI dengan tema Buku, Pesta, dan Cinta.

Kegiatan yang dipersembahkan oleh Akprop BEM UI ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan semangat mahasiswa UI yang terdiri dari berbagai latar belakang kepada masyarakat dan mahasiswa sendiri. “Semacam bentuk perluasan dari aksi, di sini kita menunjukkan bahwa dengan latar belakang mahasiswa yang berbeda-beda bisamenunjukkan partisipasinya. Jadi bukan sekedar aksi biasa, tapi ada yang bisa dipersembahkan bagi masyarakat,” ujar Mulki, koordinator lapangan dalam parade gerakan ini. Selain itu, Mulki juga menambahkan bahwa parade gerakan ini juga sebagai bentuk refleksi akhir tahun terhadap apa saja yang telah dilakukan selama ini dan sebagai persiapan untuk menyongsong tahun yang baru.

Mengenai makna dari tema tersebut yaitu Buku, Pesta, dan Cinta, Mulki menjelaskan bahwa buku melambangkan mahasiswa sebagai kaum akademis dan intelektual, pesta melambangkan refleksi kita setahun belakangan yang penuh semangat, dan cinta melambangkan kepedulian dan cinta kita sebagai mahasiswa terhadap perubahan Indonesia.

Terlibat dan berpartisipasi dalam aksi ini ada para petinggi mahasiswa UI serta mahasiswa berprestasi. Antara lain pasangan ketua dan wakil ketua BEM UI periode 2012-2013 yaitu Faldo Maldini dan Rosidi; wakil ketua BEM UI periode 2011-2012, Muhammad Adi Nugroho; dan mahasiswa berprestasi FKM, Monika.

Faldo Maldini yang dimintai pendapatnya mengenai aksi ini mengatakan bahwa ia secara pribadi sangat mendukung segala bentuk aksi, karena ini merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan aspirasi. “Apalagi ini akhir tahun, jadi setidaknya harus ada aksi atau semacam gerakan untuk menutup tahun ini,” pungkasnya.

Rangkaian aksi dimulai pada pukul 11.00 WIB, para peserta berlumpul di halte fakultas Psikologi UI untuk selanjutnya dimobilisasi menuju Bundaran HI. Pukul 13.30 para peserta tiba di Bundaran HI setelah sebelumnya menyempatkan diri sholat Jumat di masjid di daerah Jakarta Selatan. Pukul 14.00 parade gerakan dimulai dengan orasi dari Dika, anggota Akprop BEM UI dan dilanjutkan oleh orasi dari Mulki selaku koordinator lapangan. Setelah Mulki, dilanjutkan orasi dari Vani selaku koordinator lapangan putri.

Aksi selanjutnya dipimpin oleh Fitrah, mahasiswa FKM UI yang menyampaikan orasi tentang keprihatinan akan aksi jahit mulut yang dilakukan di depan gedung DPR RI dan protes terhadap segala pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat kepada rakyat seperti kasus di Mesuji dan Bima. Fitrah juga memimpin peserta untuk mengelilingi Bundaran HI seraya menyanyikan lagu Mars UI dan lagu-lagu aksi perjuangan.

Dilanjutkan setelah itu dengan pembacaan puisi yang berjudul “Aku, kamu, kita, dan Indonesia” oleh Anisa, mahasiswa fakultas MIPA dan orasi dari Tika Dwi Arianti, mahasiswa fakultas Psikologi yang juga anggota Akprop BEM UI.

Selanjutnya penyampaian pesan dan motivasi dari Monik, mahasiswa berprestasi FKM UI yang bertujuan untuk membangkitkan rasa solidaritas peserta untuk perubahan dan menghilangkan kesombongan akan almameter mereka. “Tetap optimis dan selalu berpikir lebih jauh untuk membangun bangsa ini!”, pesannya.

Faldo Maldini dan Rosidi, pasangan ketua dan wakil ketua BEM UI periode 2012-2013 tak ketinggalan ambil bagian dalam aksi. Rosidi menekankan bahwa kita harus bisa mengambil pelajaran dari orang biasa yang mampu melihat perubahan bangsa. Ia mencontohkan kasus bakar diri pedagang sayuran di Tunisia, Muhammed Bouazizi sebagai orang biasa yang mampu menghasilkan perubahan luar biasa. “Jadilah mahasiswa yg luar biasa dalam membangun bangsa, pemuda merupakan faktor utama perubahan. Tetapi perubahan tidak hanya melalui aksi, banyak hal positif yg bisa dilakukan”, pungkasnya. Tak mau kalah oleh pasangannya, Faldo Maldini membacakan sajak dari Soe Hoek Gie tentang mahasiswa dengan suara lantang dan penuh semangat. Ia juga berpesan, “semoga kita menjadi mahasiswa yg normal, terus berkarya dan tidak mengingkari ekstensi buku, pesta dan cinta.”

Acara terakhir adalah pembacaan puisi dan orasi dari wakil ketua BEM UI periode 2011-2012, Muhammad Adi Nugroho. Pria yang akrab disapa Ijong ini membacakan puisi yang berjudul “Aku tak mengerti cinta” yang berisikan ketidakmengertiannya akan arti sebenarnya dari cinta setelah melihat kondisi Indonesia saat ini. Dalam orasinya, Ijong menyampaikan hubungan anatara Buku, Pesta, dan Cinta yang menjadi tema aksi. “Biarlah buku-buku mencatat pesta untuk perubahan kita hari ini demi cinta pada Bangsa!”, ujarnya. Ia juga banyak menyampaikan refleksi dari segala kegiatan perjuangan yang dilakukan sepanjang tahun 2011 dan berpesan khususnya kepada angkatan 2011 bahwa akhir tahun bukanlah akhir dari perjuangan. ”Tahun baru merupakan perjuangan baru untuk perubahan dengan semangat yangg baru, bersiaplah khususnya bagi angkatan 2011!”, tutupnya.

Parade gerakan berakhir pukul 16.30 WIB, para peserta dipersilahkan untuk beristirahat, sholat, dan makan untuk selanjutnya dimobilisasi kembali menuju kampus UI Depok pada pukul 17.00 WIB.

(Izzan Fathurrahman)


Berita Terkait

1 KOMENTAR

  1. By annisamp, November 14, 3443

    klarifikasi, fina bukan vani ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *