Demonstrasi 12 Januari, Gedung DPR Tumpah oleh Demonstran

Ditulis oleh admin web   // Januari 13, 2012   // 0 komentar

uta dpr

Kamis (12/1), sekelompok yang menamakan diri Sekretariat bersama pemulihan hak-hak rakyat ini berdemonstrasi menuntut reformasi agraria. Demonstran terdiri dari 46 aliansi dan perwakilan 76 Lembaga Swadaya Masyarakat.

Polisi Menjaga Keamanan Gedung DPR - Foto : Ghitha

Polisi Menjaga Keamanan Gedung DPR - Foto : Ghitha

Demonstrasi ini menuntut direvisinya UU agraria agar tidak berpihak pada pengusaha semata. Selain itu, mereka juga menuntut agar dilakukan pembebasan tanah untuk rakyat yang selama ini diambil oleh pemerintah ataupun pengusaha.

Dalam demonstrasi ini juga dihadiri oleh kelompok nelayan dari Serang. Mereka menuntut agar kegiatan pengerukan pasir dihentikan. Salah satu nelayan tersebut  menyatakan kerugiannya karena ada kapal sebuah perusahaan yang mengeruk pasir di wilayah mereka biasa mencari ikan. “Hasil tangkapan ikan kami berkurang drastis karena kegiatan perusahaan ini,” Ungkap Ibu Bainah.

Aksi sempat diwarnai  kericuhan setelah massa memaksa masuk dengan menjebol pagar DPR. Namun, kericuhan ini bisa segera reda setelah pihak keamanan menertibkan massa dengan water canon. Setelah itu massa kembali tertib dan orasi kembali dilanjutkan. Beberapa perwakilan aliansi ini masuk ke gedung DPR untuk melakukan negosiasi dengan anggota dewan.

Tuntutan Aksi Salah Satu Serikat Petani - Foto: Ghitha

Tuntutan Aksi Salah Satu Serikat Petani - Foto: Ghitha

Menjelang akhir demonstrasi, perwakilan aliansi menyampaikan bahwa  ada 34 anggota DPR yang setuju untuk melakukan reformasi UU agraria melalui pembentukan PANSUS Agraria. “Hampir semua fraksi setuju untuk melakukan reformasi UU agraria ini,kecuali fraksi Demokrat,” ujar Agus Setiana, Koordinator lapangan dan penanggung Jawab demonstrasi. ”Pembentukan Pansus ini harus tetap dikawal dari semua lini agar tidak bernasib seperti pansus-pansus lain yang di ‘peti es’ kan,” tambahnya.

Demonstrasi berakhir pada malam hari. Namun para demonstran mengancam akan kembali mengadakan aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak dilaksanakan.


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *