Menjadi Pemimpin yang ‘Dekat’ dengan Masalah Ala Joko Widodo

Ditulis oleh admin web   // Januari 29, 2012   // 0 komentar

IMG-20120129-00493

Walikota Solo, Joko Widodo ketika mengisi seminar “Meet The Leaders” sesi pertama  yang diselenggarakan pada Minggu(29/1) di Auditorium Gedung RRI turut menyumbangkan pemikirannya seputar kepemimpinan. Walikota yang akrab disapa Jokowi ini berpendapat bahwa seorang pemimpin harus senantiasa “dekat” dengan masalah.

“Langkah pertama adalah kuasai masalah tersebut, memetakannya, kemudian bertindak untuk penyelesaiannya,” tutur Jokowi bersemangat.

Jokowi sebelumnya menjelaskan langkah-langkahnya dalam membuat kota Solo berkembang. Dalam power point presentation-nya, ia membuat dirinya sendiri dekat dengan rakyat dan membuat kebijakan win-win sollution semua pihak.

“Saya selalu mendatangi sendiri tempat publik tanpa protokoler,  sekolah, pasar, atau tempat lain bisa saya datangi sewaktu-waktu,” ujar Jokowi dalam tindakannya untuk lebih dekat kepada rakyat. “saya juga membuat forum seperti rembuk desa, rembuk kota untuk mendengarkan diri permasalahan apa yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Dalam tindakan mengatasi permasalahan dan membangun masyarakat Solo, Jokowi mempunyai siasat tersendiri agar rakyat tak selalu ‘disuapi’, yakni dengan memberikan pertolongan tidak melalui bantuan tunai. “jangan terlalu banyak memberi uang pada masyarakat nanti daya juangnya bisa menurun,” ujar Jokowi yang disambut dengan riuh tepuk tangan hadirin.

Joko Widodo dalam kebijakan ekonominya juga melakukan relokasi pasar tradisional dan pedagang kaki lima di kota Solo. Sebagai hasil dari kebijakannya itu, kota Solo mengalami peningkatan Penerimaan Daerah dari 7,8 Milliar menjadi 19,2 Milliar pada tahun 2011.

Teks dan Foto : Irfani Maqoma


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *