Hegemoni Akal

Ditulis oleh admin web   // Februari 25, 2012   // 0 komentar

Percikan alam semesta yang terpantul pada keningku, memberikan banyak sirat tanya

Sesungguhnya apakah yang hendak alam ini perbuat?

Dari keindahannya, kesejukannya, kehangatannya serta belai kasih yang membelai indahnya tubuh bumi ini

Keyakinan akan hal itu membawa para makhluk berduyun-duyun mendatangi suatu keadaan

Atau lebih tepatnya, berjalan tanpa tahu arah pada suatu keadaan

Hal itulah yang menjadi tanda tanya terbesar dari alam ini

Itulah kekuatan waktu, kekuatan alam dalam membentangkan sayapnya yang lebar dan luas membentangi jagat raya

Rahasia yang tersimpan, takkan pudar begitu saja

Pula takkan jatuh begitu saja

Karena itulah hidup ini, semesta ini memiliki arti

Bak kehangatan dan kesejukan yang memiliki arti beda

Namun tetap satu padu jua dalam suasana kenikmatan

Keangkuhan satu makhluk jadi pertanda

Pertanda bahwa alam ini telah dipecundangi

Namun alam ternyata selalu memiliki rahasia untuk disimpan

“Ketahuilah, bahwa yang kau pecundangi ini, adalah sesuatu yang akan memecundangimu kelak”

Itulah suara alam berbicara

Tetapi, sekali bubur tetaplah bubur, tak akan menjadi nasi kembali

Keangkuhan tersebut tetap terbang membumbung tinggi di angkasa

angkasa yang kotor, namun mengandung sejuta kenikmatan, yang akan kembali menghempaskan dirimu menghujam bumi yang tertawa

Maka sesungguhnya, tangisan alam hanyalah awal dari tawa dendam yang dihujamkan pada kita, manusia

 

Sajak oleh Andrea Ariefanno, Mahasiswa Fakultas Hukum 2009


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *