Budaya Smartphone dan Tablet di UI: Pentingkah?

Ditulis oleh admin web   // Maret 1, 2012   // 0 komentar

Mahasiswa Sedang Menggunakan Ipad - Foto : Dok. Internet



Demam gadget canggih sedang melanda kalangan anak muda. Lihat saja, pengguna ponsel pintar dan tablet dengan mudah Anda temui di mana saja, termasuk di lingkungan Universitas Indonesia.

Di kalangan mahasiswa UI kini muncul budaya baru yakni penggunaan smartphone dan tablet. Kedua benda canggih tersebut seolah nyaris menjadi wajib bagi mahasiswa. Benda-benda tersebut disinyalir dapat memberikan banyak manfaat, termasuk bagi kelangsungan perkuliahan.

Tantiana Yolanda, seorang mahasiswa UI mengaku ia menggunakan Blackberry (BB) karena ponsel pintar tersebut mempermudah komunikasi.

“Kalau pakai BB, komunikasi jadi lebih gampang dan murah soalnya kan kirim pesan lewat Blackberry Messenger (BBM) gratis,” ujar Tantiana.

Berbeda dengan Andhika Aldhin. Ia merasa BBM justru mengganggu. Oleh karena itu ia lebih memilih menggunakan iPhone, smartphone modern keluaran Apple.

“Gue ganti ke iPhone soalnya pas pake BB banyak Broadcast Message yang ngga penting dan mengganggu. Lagi pula, aplikasi buat iPhone lebih banyak dan variatif,” kata Aldhin.

Selain mempermudah komunikasi, Tantiana dan Aldhin merasa smartphone sangat berperan meningkatkan kualitas akademik. Fitur smartphone yang tergolong lengkap bisa dimanfaatkan sebagai penunjang perkuliahan.

“Dengan iPhone membaca dan membalas email lebih mudah. E-book seperti textbook perkuliahan pun bisa dibaca dengan mudah di mana saja. Aplikasi kalender dan reminder pada iPhone juga benar-benar berguna untuk mengatur jadwal, termasuk deadline tugas. Belum lagi, semua data yang ada dalam iPhone bisa disinkronisasi ke laptop, jadi back-up data bukan lagi masalah,” cerita Aldhin panjang lebar mengenai fitur-fitur iPhone.

Selain smartphone, gadget canggih yang sedang popular di kalangan mahasiswa UI adalah tablet. Tablet juga dianggap dapat menunjang kebutuhan akademis.

“Kuliah jadi ngga perlu bawa laptop, cukup bawa iPad aja. Kalau mau internetan di kelas juga lebih gampang dan praktis. Terus banyak aplikasi yang seru juga,” ungkap Catia Hasan, mahasiswa UI pengguna iPad.

Ponsel pintar dan tablet memang mempermudah mahasiswa dalam kuliah. Namun Arya Satya Nugraha merasa kebutuhan akan hal tersebut tidak mendesak. Ia sebagai mahasiswa non-BB (bukan pengguna Blackberry) tidak merasa rugi meski tidak menggunakan ponsel pintar tersebut.

“Gue ga merasa perlu pakai BB, toh kalau mau internetan bisa pake wifi kampus. Gue juga ga minat BBM-an, kalau komunikasi kan bisa telepon atau SMS,” kata Arya.

Ia juga menambahkan, penggunaan smartphone malah berpotensi mengganggu perkuliahan.

“Gue perhatikan orang yang pake BB di kelas dikit-dikit ngintip BB-nya. Menurut gue wajar sih saat ada peluang komunikasi gratis dengan teman pasti orang-orang seumur kita ngga tahan untuk ga menggunakannya. Makanya, BB mungkin malah mengganggu,” ujarnya.

Arya merasa ponsel yang ia miliki sekarang sudah lebih dari cukup untuk mendukung aktivitasnya sehari-hari.

“Biar aja orang bilang katro. Gue merasa cukup kok dengan handphone gue yang sekarang,” ungkap Arya.

Mahasiswa UI memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai smartphone dan tablet. Kedua benda tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung seberapa bijak Anda menggunakannya. Bagaimana dengan Anda?

Teks : Shintiya Felicitas


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *