Mahasiswa FIB Pesimis Terapkan KTR di Kansas

Ditulis oleh admin web   // Maret 1, 2012   // 0 komentar

Renovasi kantin Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) atau Kansas (Kantin sastra) sudah dilakukan selama hampir dua bulan. Seiring dengan berlangsungnya pembangunan kantin, kabar mengenai perencanaan kantin baru FIB sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kian ramai diperbincangkan tidak hanya di kalangan mahasiswa FIB namun juga mahasiswa di fakultas-fakultas lain.

Kabar tersebut mengundang pro dan kontra mahasiswa. Beberapa kalangan mahasiswa khususnya yang bukan perokok menyambut baik hal tersebut namun tidak untuk kalangan mahasiswa yang memang perokok aktif.

Mengenai pencanangan Kansas sebagai KTR, M. Yoesoef  M.Hum selaku manajer SDM dan Fasilitas FIB telah menjelaskan dalam acara diskusi publik yang diselenggarakan oleh BEM FIB 21 November 2011 lalu. Menurut Yoesoef pencanangan KTR di Kansas nantinya merupakan persoalan individu yang bergantung pada personal masing-masing. “Kita bisa melarangnya, tetapi kembali ke kesadaran individu masing-masing,” jelasnya. Dia juga menjelaskan bahwa kesehatan dan kebersihan merupakan dua hal yang nantinya akan dibudayakan di lingkungan kantin.

Kenyataannya sebagian besar mahasiswa FIB pesimis akan keberhasilan penerapan KTR di lingkungan FIB khususnya di Kansas. Menurut Diah Wahyuningrum, Mahasiswi Prodi Sastra Belanda 2011, penerapan KTR di Kansas mustahil untuk dilakukan. “Karena memang sudah kulturnya mahasiswa yang nongkrong di Kansas itu merokok,” ungkapnya.

Hal senada diutarakan oleh M. Asrul Sani, mahasiswa Prodi Filsafat 2011 ini mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena mayoritas mahasiswa FIB adalah perokok aktif. Namun dia menyarankan agar pihak FIB menyediakan kawasan khusus merokok untuk para mahasiswa yang memang perokok aktif. “Untuk FIB yang jumlah perokoknya termasuk banyak sih harusnya ruangan khusus untuk merokok emang harus dibuat,” tuturnya.

Teks : Amalia Putri


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *