Ketika UI Tergenang Air

Ditulis oleh admin web   // Maret 2, 2012   // 0 komentar

Genangan air yang berada di jalan-jalan utama UI menghambat lalu lintas yang berlangsung. Tak pelak, hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa UI sebagai kampus hijau yang memiliki hutan bisa mengalami banjir.

Salah satu bagian rektorat yang berwenang dalam penanganan masalah ini adalah Sub Direktorat PLK (Pembinaan Lingkungan Kampus). Unit yang berkantor di dekat Stasiun Pondok Cina bertanggung jawab atas lingkungan dan kenyamanan kampus. Menurut Ismail Sukmawijaya, selaku Asisten Kepala Subdit PLK mengatakan bahwa konstruksi saluran air yang tidak dapat menampung debit air yang tinggi. “Sebenarnya PLK sudah melakukan evaluasi dari tahun 2011 untuk mendorong Subdit PPA agar mengubah konstruksi saluran air yang kecil menjadi lebih besar,” jelasnya.

Ketika ditanya kaitan masalah ini dengan pembangunan gedung-gedung baru di UI, Ismail berpendapat bahwa tidak ada relevansi karena lokasi banjir dan pembangunan UI yang berjauhan. Namun, PLK mengakui bahwa ada aliran air yang terhambat karena sampah-sampah di saluran tersebut. Selain itu, beton saluran yang tergerus air dan kabel optik melintang menyebabkan penyumbatan di saluran air.

Dalam penanganan masalah banjir di UI, PLK bekerja sama dengan pihak kontraktor yang membangun UI dan juga Subdit PPA (Pemeliharaan dan Pengelolaan Aset). “PLK  mengharapkan penanganan secepat mungkin. Jadi jika terjadi hujan, ada petugas kontraktor yang mengawasi apakah ada hambatan di saluran air atau tidak” jelas Ismail ketika ditanya tentang tindakan penanganan banjir.

“Kebersihan, kenyamanan, dan ketertiban di lingkungan kampus kita itu, PLK itu sebagai unit core-nya untuk me-monitoring. Tetapi hal itu menjadi tanggung jawabnya seluruh warga UI juga. Jadi bukan menjadi tugas yang parsial” tandas Ismail mengakhiri wawancara.

Teks : Jonathan Nainggolan


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *