Launching Gerakan UI Bersih, Lawan Tuntas Korupsi dari dan Bersama Kampus

Ditulis oleh admin web   // Maret 5, 2012   // 0 komentar

- DR. Pratiwi Membacakan Deklarasi ‘Jangan Diam Lawan Korupsi’ di depan para audiens – Foto : Irfani Maqoma-

Senin(5/3) sejumlah elemen di Universitas Indonesia yang terhimpun dalam Gerakan UI bersih mengadakan Launching Gerakan UI Bersih di Aula FK UI. Acara ini dihadiri oleh tokoh nasional Indonesia seperti mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla, Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto, Pimpinan BPK, Rizal Djalil dan beberapa tokoh lainnya.

Launching ini juga bertujuan menjaring dukungan dari seluruh sivitas perguruan tinggi di Indonesia dalam memberantas korupsi khususnya dari perguruan tinggi.

“kampus adalah benteng terakhir perlawanan terhadap korupsi, jika kampus sudah korupsi, darimana kita akan mengambil teladan?” ujar Ratna Sitompul, Dekan FK UI sekaligus penggagas gerakan UI bersih.

Selain beberapa tokoh nasional, beberapa elemen dari perguruan tinggi diantaranya M.K. Tajudin, Mantan Rektor UI tahun 1992-1997, Hasrullah, Alumni Komunikasi UI sekaligus Rektor UNHAS dan Anis Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.

Hasrullah turut mendukung adanya pengusutan korupsi, bahkan Hasrullah sempat merekomendasikan beberapa langkah memberantas korupsi ‘ala’ universitas Hasanudin yang salah satunya adalah hukuman mati bagi para koruptor. “korupsi adalah penyakit menjijikan dan memalukan sehingga harus diberantas,” ujarnya yang disambut riuh audiens.

M.K. Tajudin memberikan pendapat lain seputar pemberantasan korupsi di kampus. “sebagai sivitas akademika, kita harus sama-sama menghindari dan memberantas korupsi akademis, yaitu plagiarisme,” ujar Tajudin.

Setelah berbagai pidato dan sambutan, Deklarasi ‘Jangan Diam Lawan Korupsi’ pun dibacakan sebagai langkah awal anti korupsi dari kampus yang disambung dengan penandatangan deklarasi  oleh Dr. Pratiwi Pujilestari Sudarmono, Guru Besar Mikrobiologi FK UI. Penandatangan deklarasi ini diadakan sebagai dukungan sivitas perguruan tinggi melawan korupsi.

Teks : Irfani Maqoma

 


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *