Akankah UI Meyongsong Matahari?

Ditulis oleh admin web   // Maret 6, 2012   // 0 komentar

Tidak dapat dipungkiri bahwa isu energi menjadi salah satu isu strategis ditengah permasalahan krisis energi  abad ini. Saat ini semakin banyak negara berlomba-lomba untuk memanfaatkan energi yang bersumber dari renewable source, salah satunya adalah pemanfaatan energi surya. “ Negara kita masih bergantung pada nonrenewable source seperti minyak bumi dan batu bara yang semakin lama cadangannya akan semakin berkurang. Sel surya merupakah salah satu sumber energi terbaharukan yang potensial sebagai energi pendamping dan dapat berkontribusi dalam mengurangi masalah energi di Indonesia karena sumber energi surya tersedia dalam jumlah melimpah.” tutur Prof. Rosari Saleh, dosen Departemen Fisika UI.

“Di Indonesia itu potensial sekali akan pemanfaatan energi surya karena letak geografisnya yang memang mendapat penyinaran matahari  yang konstan, jadi sangat disayangkan sekali jika tidak dimanfaatkan,” ujar Angga Dito Fauzi, mahasiswa Fisika UI yang turut mendukung ide pemanfaatan energi surya sebagai alternatif energi.

Ironinya ditengah dukungan dan perhatian masyarakat akan pengembangan energi surya tersebut, perkembangan energi surya di Indonesia seakan berjalan ditempat. Hal ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada pemanfaatan energi surya yang didengung-dengungkan berbiaya mahal, “Padahal kalau kita kalkulasikan dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan dampak positif pada perekonomian rakyat, kita akan melihat profit yang didapatkan jauh lebih besar.  Di samping itu, dengan menggunakan energi surya, harga listriknya akan tetap hingga 15-20 tahun, sangat jauh berbeda dengan nonrenewable source yang harganya fluktuatif,” tambah Prof. Rosari

Faktor efisiensi turut menjadi bahan pertimbangan. Padahal jika ditelaah secara mendalam, daya yang dihasilkan oleh matahari sangatlah besar sekitar 2 x 1017 watt sehingga kebutuhan energi tetap dapat terpenuhi meskipun efisiensi dalam taraf rendah. Belum lagi saat ini efisiensi solar cell sudah dapat meningkat melalui hadirnya solar cell generasi ketiga.

Seakan sejalan dengan pemerintah, UI tampaknya belum mendukung kebijakan riset dan pemanfaatan energi surya dengan belum terlihatnya pemanfaatan energi surya di kampus UI. Melalui daftar riset-riset yang dibiayai oleh dana masyarakat di situs UI juga terlihat bahwa riset-riset dalam pemanfaatan energi surya belum termasuk riset-riset yang mendapat prioritas untuk ditingkatkan secara kualitatif maupun kuantitatif.

Namun sebagai universitas berkelas dunia yang menyandang nama bangsa, sangat layak apabila UI menjadi pionir dalam penelitian dan pemanfaatan energi surya yang ramah lingkungan dimana pemanfaatannya tidak hanya berguna bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga masyarakat dunia.

Teks : Anugrah Indah Lestari


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *