Kebijakan Baru Jalur Masuk UI 2012

Ditulis oleh admin web   // Maret 12, 2012   // 0 komentar

Kebijakan mengenai jalur masuk UI di tahun 2012 mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2011 kuota untuk S1 reguler dari jalur SNMPTN Undangan adalah 60%, sedangkan tahun ini kuotanya 40%. Tidak hanya itu, di tahun 2012 UI juga membuka jalur PPKB bagi mahasiswa non reguler, yaitu S1 Paralel, Vokasi dan Kelas Khusus Internasional (KKI).

Ketika ditemuui pada hari Kamis (8/3), Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, menyatakan bahwa kuota untuk mahasiswa S1 Reguler jalur SNMPTN Undangan itu sebenarnya tidak mengalami perubahan. Pada tahun 2011, kuota untuk PPKB S1 reguler adalah 20% dan SNMPTN Undangan 40%. Ketika pendaftaran PPKB telah berlangsung, muncullah kebijakan dari DIKTI  tentang SNMPTN Undangan, sehingga UI memutuskan untuk mengintegrasikan PPKB dengan SNMPTN Undangan.

“Yang sudah mendaftar tidak mungkin kita abaikan begitu saja” ungkapnya. Sehingga pada waktu itu, para siswa yang telah mendaftar PPKB dialihkan agar mendaftar SNMPTN Undangan.

Sedangkan jalur PPKB untuk mahasiswa non reguler di tahun 2012 ini tujuannya adalah memperluas akses dan kesempatan bagi mereka yang ingin masuk UI. Salah satunya adalah S1 Paralel yang bertujuan memperluas akses karena tidak dibatasi tahun kelulusan dan umur pendaftar. “Yang ingin masuk UI kan banyak” ungkap Muhammad Anis.

Menanggapi hal tersebut, Tika Dwi Ariyanti, Kepala Departemen(Kadep) Kesma BEM UI 2012, menyatakan baru mengetahui perubahan kuota jalur masuk setelah SK Rektor turun. “Awalnya kaget, karena tiba-tiba ada itu, ternyata SK nya sudah ada,” tutur Tika.

“Agak keberatan sebenarnya untuk PPKB non reguler, tapi SK sudah turun nggak bisa ngapa-ngapain” tambahnya.

Hal serupa disampaikan oleh Ipung L. Purwaka, Kepala Bidang Advokasi dan Politik BEM FMIPA UI 2012. Karena sudah ada keputusan mengenai PPKB untuk non reguler, yang bisa dilakukan adalah menyebarkan informasi seluas-luasnya kepada para calon mahasiswa baru. Akan tetapi, menurut Ipung, dengan adanya PPKB untuk non reguler tersebut jangan sampai dijadikan cara untuk mencari uang dengan menggali dana dari para mahasiswa non reguler.

 

Teks : Izzatun Nidaa


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *