Diskusi Taman Makara, Jelaskan Empat Kesalahan Subsidi BBM

Ditulis oleh admin web   // Maret 13, 2012   // 0 komentar

bbm-pertamina

Bertempat di aula Student Center FE UI, Diskusi Taman Makara bertemakan “Kebijakan Kenaikan BBM” dilaksanakan pada Senin(12/3). Diskusi terselenggara atas kerjasama departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FH, FE dan FT.

Diskusi dimoderatori oleh Dzulfian Syafrian, Mantan Ketua BEM FE UI 2011 dan diisi oleh Ruslan Nasrudin, akademisi FE UI. Dalam presentasinya, Nasrudin menyampaikan kesalahan kebijakan subsidi BBM  dalam empat poin besar.

Kesalahan pertama adalah kebijakan subsidi BBM yang salah sasaran. Dalam paparannya, Dzulfian mencatut hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik RI yang menyatakan 75% subsidi BBM dinikmati oleh golongan ekonomi menengah keatas. “ditambah lagi dua per tiga pemakaian BBM berasal dari pulau Jawa,” ujar Ruslan.

“kesalahan kedua yakni penetapan harga BBM kita yang under pricing(di bawah harga pasar),” ujar Dzulfian dalam rangkumannya. Dzulfian juga menambahkan bahwa Indonesia adalah negara yang menetapkan harga paling rendah diantara beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Kesalahan ketiga, Kebijakan subsidi BBM yang diberlakukan juga membuat APBN menjadi terkurung. Hal ini diamini Ruslan yang mengatakan anggaran untuk subsidi BBM membuat alokasi sektor lain menjadi kaku.

Poin terakhir yang membuat kebijakan subsidi BBM tidak layak diberlakukan adalah karena waktu pelaksanaan yang sudah tidak tepat. “sejak tahun 70-an Indonesia memberlakukan subsidi BBM untuk meningkatkan ekspor Migas. Saat ini pendapatan terbesar berasal dari sektor pajak dan non pajak, jadi kebijakan subsidi BBM saat ini sudah tidak tepat,” ujar Ruslan.

Teks : Irfani Maqoma


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *