Efektifitas Lampu Penyebrangan Jalan Gang Sawo Dipertanyakan

Ditulis oleh admin web   // Maret 13, 2012   // 0 komentar

DSC0166211-224x300

Sudah satu bulan lebih lampu penyebrangan jalan di Gang Sawo beroperasi. Namun efektifitasnya masih dipertanyakan. Kendaraan roda empat dan dua masih sering melaju meskipun lampu sudah merah. Begitu pula pejalan kaki yang seringkali menyebrang tanpa memperhatikan rambu-rambu.

“Gue sih nyebrang-nyebrang aja, soalnya sekarang mobilnya kan udah ngga ngebut lagi gara-gara polisi tidur,” komentar Dina salah seorang pejalan kaki. Pernyataan yang tidak jauh berbeda dilontarkan Jeany. Menurutnya, sosialisasi yang kurang dari petugas lah yang menjadi masalah. “Untuk awal, perlu banget petugas yang mengatur,” ujarnya

Pernyataan mengenai sosialisasi yang kurang ini disanggah oleh pihak dinas perhubungan (dishub). Menurutnya, sudah sejak awal dishub melancarkan sosialisasi. “Masak iya harus disosialisasi terus,” Komentar Mamat, staff Dinas Perhubungan Bagian Lalu Lintas ketika didatangi ke kantornya.

Beberapa pedagang di sekitar Gang Kober memang mengaku sering melihat petugas dishub standby di samping lampu penyebrangan. Itupun hanya dilakukan pada pagi hari dimana menurut dishub merupakan waktu-waktu padat kendaraan. Sedangkan pada malam hari, lampu penyebrangan kembali tidak berfungsi.

Kesadaran yang kurang dari pengendara dan pejalan kaki dinilai dishub sebagai faktor utama tidak efektifnya penggunaan lampu penyebrangan. Oleh karena itu, dishub memikirkan alternatif lain. Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) dinilai sebagai solusi yang paling efektif.

JPO akan segera didirikan di dekat tugu selamat datang. Bahkan, hal tersebut sudah bukan lagi sebagai wacana belaka. Mamat mengatakan Dishub Sudah ada koordinasi dengan pemilik lahan sekitar. “Jadi, kita sudah koordinasi dengan pihak kecamatan dan pemilik lahan,” ujar Mamat.

Teks : Ika Kartika

Foto : Sri B. Praptadina


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *