Kesuksesan yang Berawal dari Mimpi

Ditulis oleh admin web   // Maret 14, 2012   // 0 komentar

Menerjang-Batas-721x1024

Judul                                 : Menerjang Batas

Pengarang                       : Estu Ernesto

Jumlah Halaman          : ii + 250 hlm

Tahun Terbit                   : 2012

Cover Buku 'Menerjang Batas'

Setelah berhasil menyisihkan Perancis, Denmark, dan Chile di babak penyisihan Grup D serta mengandaskan tim raksasa Eropa, Belanda, di babak enam belas besar, Indonesia akhirnya tumbang di babak perempat final Piala Dunia 2014. Tim Garuda kalah 1-2 oleh tuan rumah Brazil lewat gol David Luiz di penghujung pertandingan yang sontak mengubur impian masyarakat Indonesia untuk dapat berbicara lebih banyak di event olahraga terbesar di dunia tersebut.

Tentu saja ini cerita fiksi. Kisah heroik ini terdapat dalam novel yang berjudul Menerjang Batas karangan Estu Ernesto. Novel ini mengangkat tema tentang sepakbola yang saat ini sedang digandrungi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Kisah novel ini berawal dari Edi Baskoro, seorang lelaki asal Ungaran, Semarang, yang amat menggemari sepakbola hingga menularkan kecintaannya akan olahraga terpopuler di dunia itu kepada putranya yang diberi nama Gabriel Omar Baskoro. Edi berharap putranya kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.

Sejak kecil, Gabo – panggilan akrab Gabriel – terlihat memiliki bakat sepakbola yang besar. Edi tentu saja gembira dengan perkembangan anak lelakinya ini. Diluar pendidikan formal, dia mendaftarkan Gabo untuk masuk Ungaran Football School (UFS) U-7. Gabo dan sepakbola menjadi semakin akrab sejak saat itu. Terlebih lagi setelah Edi dipromosikan untuk bekerja di Jakarta, Gabo bergabung dengan SSB Jayakarta Muda dan kemudian menyebrang ke Jakarta Metropolitan Junior.

Di Jakarta Metropolitan, karir Gabo semakin menanjak. Dia termasuk salah satu pilar Timnas U-17 yang berhasil mendapatkan trofi Piala Pelajar Asia U-17. Meskipun setelahnya sempat terganjal skandal tindakan indisipliner di Sydney, Gabo tetap berusaha keras hingga akhirnya menembus tim utama di Jakarta Metropolitan dan menjadi ujung tombak Timnas Indonesia di Piala AFF, Sea Games, dan Piala Dunia.

Dalam novel ini, sepakbola Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di Asia. Pembinaan usia dini berjalan lancar, penyediaan infrastruktur memadai, dukungan penuh pemerintah hingga iklim pertandingan yang kompetitif akhirnya mampu membangun fondasi kuat untuk kemajuan sepakbola negeri ini. Rasa kebanggaan akan Tim Garuda pun dimiliki seluruh masyarakat, mulai dari Presiden, Ketua PSSI, pejabat, pedagang, tukang becak, bahkan koruptor.

Kesuksesan yang menjadi nyata berawal dari sebuah mimpi. Lewat karyanya yang akan segera difilmkan ini, Estu Ernesto mampu mengajak pembacanya menerjang batas-batas untuk bermimpi akan sebuah hal positif yang mungkin pada awalnya tampak mustahil untuk diwujudkan.

Teks : Yudistira A.S.


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *