Isu KTR masih Butuh Kajian Lebih Lanjut, Kastrat masih Adem Ayem

Ditulis oleh admin web   // Maret 19, 2012   // 0 komentar

0606fb4a87269a6fc2b605eff4d3fe15

Pleno IKM UI Summit 2012 1.0

Setelah berjalan selama tiga hari (16-18/3) pelaksanaan IKM UI Summit 2012 1.0 diakhiri dengan sidang pleno yang mempresentasikan isu-isu gerakan yang akan dibawa selama setahun yang akan datang.

Dipimpin oleh tiga presidium yaitu Pakhrurrozi Dalimunthe sebagai perwakilan dari BEM Fakultas, Lizara Patriana sebagai perwakilan dari BEM UI, dan Aisha Rasyidilla sebagai perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa, pleno akhir IKM UI Sumitt 2012 1.0 berlangsung di Auditorium lantai 4 Fakultas Psikologi UI.

Para peserta yang terdiri dari perwakilan 14 lembaga eksekutif dan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa yang pada hari sebelumnya telah dibagi menjadi beberapa komisi khusus, mengutus perwakilan komisinya untuk mempresentasikan hasil pembahasan isu yang akan diusung selama setahun kedepan.

Fajar Reyhan yang merupakan perwakilan dari Komisi Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa menerangkan tiga isu yang disetujui dan diusung oleh Adkesma, diantaranya adalah Evaluasi lima tahun penyelenggaraan BOP Berkeadilan yang ikut menyertakan analisis para ahli, Pembentukan Kelompok Kerja Penerimaan Mahasiswa Baru dan biaya kuliah, serta Advokasi Fasilitas yang diperuntukkan bagi mahasiswa UI.

Komisi Seni Budaya yang diwakilkan oleh Rizky Aisis yang juga Kepala Departemen Seni Budaya BEM UI 2012, mempresentasikan hasil pembahasan isu yang telah disetujui mereka yaitu Mewadahi dan mengapresiasi seni dan budaya dengan mengusung kearifan lokal tiap daerah, Melakukan advokasi fasilitas seni budaya seperti Art & Culture Center, dan Membuat sistem komunikasi yang baik dengan setiap stakeholder di UI.

Lima isu diusung dan disetujui oleh Komisi Olahraga yang diwakilkan oleh Kaharuddin Annas mencakup Advokasi fasilitas olahraga di UI, Advokasi anggaran yang diperuntukkan pada atlit yang membawa nama almamater UI, Peningkatan komunikasi antar setiap lembaga olahraga di UI, Meningkatkan semangat ketertarikan dan kebersamaan olahraga di kalangan mahasiswa melalui berbagai media, dan Mewadahi minat dan bakat olahraga mahasiswa melalui berbagai macam penyelenggaraan acara olahraga dan media olahraga di UI.

Isu Kawasan Tanpa Rokok yang diusung oleh Komisi Sosial Kemasyarakatan-Lingkungan menjadi salah satu yang mendapat perhatian dari para peserta sidang. Draft gerakan yang diajukan dengan parameter keberhasilan gerakan masing-masing dari setiap fakultas karena ditengarai perbedaan kultur, dianggap tidak menghasilkan substansi bagi isu ini.

Siti Jamalia yang merupakan Kepala Departemen Lingkungan BEM UI 2012 menerangkan bahwa kultur tiap fakultas yang berbeda terkait rokok, harus diberikan treatment yang berbeda pula. Oleh karena itu, komisi ini akan membentuk kelompok kerja (pokja) khusus yang akan membahas lebih lanjut mengenai isu KTR di kalangan mahasiswa UI. Selain KTR, komisi ini juga menyoroti isu tanggap bencana, anak jalanan di kampus, UI tanpa styrofoam, dan pengelolaan pemilahan sampah.

Beda halnya dengan Komisi Sosmas-Lingkungan, dua komisi lain yaitu Komisi Keilmuan yang mengusung UI to PIMNAS dengan menggunakan struktur baru yang diisi oleh perwakilan Departemen Keilmuan di setiap BEM Fakultas untuk mewujudkan parameter 1000 PKM, serta Komisi Kajian Aksi Strategis yang mengusung lima isu tematik, terlihat tidak mendapatkan kritik dan tanggapan yang cukup masif terkait isu yang diangkat.

Komisi Kastrat sendiri  mengangkat isu Pendidikan Tinggi dengan membahas RUU Dikti dalam poin pertama mereka dengan pemberian tanggungjawab koordinasi pada Departemen Akprop BEM UI dan Kastrat BEM FISIP, di poin kedua mereka mengangkat isu Tata Kelola Perguruan Tinggi yang didalamnya termasuk isu pemilihan rektor dan gerakan baru yang diberi nama “UI gue” yang bertujuan menampung aspirasi seluruh mahasiswa UI kepada kampusnya.

Isu kesejahteraan yang tercermin dalam pengawalan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) juga disetujui oleh para anggota komisi kastrat dengan menyerahkan tanggungjawab pada Kastrat BEM FKM, dan dua isu lainnya yaitu isu ekonomi terkait dengan Rancangan APBN 2013, serta isu energi yang mencakup diversifikasi energi dan konservasi energi tampaknya tidak mendapat kritik dan tanggapan dari peserta sidang pleno sehingga persetujuannya berlangsung nyaris tanpa ketidaksetujuan.

Sidang pleno ini diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman dari berbagai ketua dan perwakilan lembaga eksekutif serta unit kegiatan mahasiswa terkait dengan isu-isu gerakan yang telah dirumuskan selama tiga hari tersebut.

Teks : Tubagus Ramadhan

 

 

 

 


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *