Suara Rakyat, Suara Tuhan: Aksi FAM UI Tolak Kenaikan Harga BBM

Ditulis oleh admin web   // Maret 20, 2012   // 4 komentar

IMG-20120315-01074

Kamis (15/3) Sekitar 15 orang mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa UI  melakukan aksi demonstarsi. Pada aksi tersebut para demonstran menyuarakan 3 tuntutan mereka sebagai suara dari rakyat, suara Tuhan. Mereka berorasi dan diselingi dengan menyayikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa, seperti Darah Juang, Buruh Tani, dan lain-lain sebagai pembakar semangat.

Pada mulanya aksi dilakukan dengan orasi oleh beberapa anggota FAM UI. Aksi tersebut mulai dilakukan pukul 15.30 WIB. Para demonstran menuntut 3 hal dalam aksinya tersebut, yakni tolak kenaikan harga BBM, turunkan harga sembilan bahan pokok, dan tangkap serta penjarakan koruptor. Rozinah Nabihah, salah satu anggota FAM UI yang ikut beraksi, berkata “Tiga tuntutan tersebut adalah sikap FAM UI terhadap rencana kebijakan pemerintah menaikan harga BBM.”

Setelah berorasi di depan Halte Stasiun UI, unjuk rasa dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju gerbang masuk UI yang tidak jauh dari Stasiun. Jalannya aksi tersebut dikawal oleh beberapa petugas keamanan UI. Namun, aksi FAM yang semula berencana mendekati jalan raya luar UI tidak dapat dilakukan karena dihadang oleh sejumlah Polisi yang telah siaga berjadga di sekitar gerbang. Suasan sempat memanas ketika polisi dan para demonstran sempat memperdebatkan masalah izin berunjuk rasa di luar kampus.

Para pengunjuk rasa yang mungkin gerah dengan hadangan polisi berpindah dan akhirnya melanjutkan untuk berjalan hingga Gerbang Utama UI. Di sana mereka melanjutkan orasi walaupun tetap dihadang polisi agar tidak keluar kampus. Setelah berorasi akhirnya mereka melakukan aksi pembakaran alat unjuk rasa dan pembakaran foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Wakil Presiden Boediono. Selain itu mereka pun melakukan aksi penulisan 3 tuntutan di jalan. “Tuntutannya adalah turunkan harga BBM dan/atau SBY-Beodiono.” Uajar Santanu, salah satu anggota FAM UI.

Kemudian FAM UI melakukan aksi dorong-mendorong dengan aparat Kepolisian sambil meneriakan pekikan “revolusi”. Akhirnya aksi-aksi yang dilakukan FAM UI pun berakhir dengan damai dan para demontran pun meninggalkan Gerbatama dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Teks  dan Foto : Annisa Mardiani

 


Berita Terkait

4 KOMENTARS

  1. By Rayestu, November 19, 3751

    Sebagai anak UI, baca berita ini sangat memalukan. Gerah bacanya. Ayo lah main2 ke FEUI diskusi bareng tentang kenapa mau gak mau harga BBM harus naik. Sementara baca ini dulu yaa http://rayestu.blogspot.com/2012/03/ekonomi-politik-mengapa-mahasiswa.html

    Balas
  2. By sony, November 19, 3780

    Buat rayestu, kok komen anda kesannya angkuh banget ya, merasa anak fe pinter sendiri. makanya belajar filosofi dari sebuah pergerakan. Bukan rame2nya yang penting, namun subtansi bahwa kita harus bergerak.

    dalam ilmu kriminologi (broken window model) kalau sebuah kota yang ada jendela rumah pecah dibiarkan, maka orang yang melihatnya tiap hari akan tersugesti bahwa memang seperti itulah yang biasa terjadi (vandalism).

    seperti juga negara kalau dibiarkan menjadi silent society, pemerintah akan merasa tidak ada yang mengganggu. lewat pergerakan,pemerintah akan senantiasa mendapat alert dari setiap kebijakannya.

    asal tau aja Gw Anak FE juga. tapi jujur gw malu sendiri sama kelakuan anak2 FE. cuma ngerti ilmu secuil ekonomi makro dan blablablanya… aj, ga belajar ttg lain.cuap2nya minta ampun. katak dalam tempurung!,

    Balas
  3. By Issa, November 19, 3793

    He minta harga BBM enggak naik tapi harga bahan pokok juga turun? Ada-ada aja..

    Balas
  4. By jajang, November 19, 3809

    ayo diskusi yang berujung sebuah tindakan konkrit, tidak hanya berhenti dalam kesimpulan yang berujung wacana. ayo kita sama sama bergerak atas dasar nama besar yang dibawa kampus kita “UNIVERSITAS INDONESIA”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *