Tanggapi Rencana Kenaikan BBM, UI Akan Naikkan Gaji Karyawan

Ditulis oleh admin web   // Maret 21, 2012   // 0 komentar

bbm-pertamina

Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ramai dengan kedatangan rektor seluruh Indonesia pada Kamis, (15/3).

Kedatangan mereka bukan tanpa undangan. Pemerintah mengundang mereka untuk duduk bersama membahas mengenai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada April mendatang. Pasalnya, kenaikan 10% harga BBM ini tidak dapat lagi dihindarkan. Oleh karena itu, pertemuan ini dianggap sebagai sarana tepat dalam membuka dialog antara pemerintah dan universitas. Sebagian kalangan menilai pertemuan ini sebagai bentuk represif pemerintah dalam menekan demo. Demo tidak hanya berpotensi dilancarkan oleh mahasiswa, tetapi juga pekerja.

Chaidir, salah satu satpam di UI menuturkan keluhannya apabila harga BBM dinaikkan, “Ya jelas bakal berpengaruh, apalagi kan setiap hari butuh bahan bakar bensin,” ujarnya. Hal yang tidak jauh berbeda diungkapkan oleh Dita, salah seorang petugas kebersihan di UI. Ia berharap adanya kenaikan gaji unuk mengimbangi kenaikan harga-harga yang disebabkan oleh kenaikan BBM. “Yang pasti ya berharap naik gaji,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Ahmad Fauzi selaku Kepala Bidang Karyawan dan Renumerasi di UI memberikan komentarnya. Menurutnya, seluruh karyawan akan mendapatkan kenaikan gaji nantinya. “Kan kalo ada kenaikan BBM, gaji kita juga pasti naik,” ujarnya.

Namun, untuk pegawai honorer seperti kebanyakan petugas kebersihan dan satpam, ia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Baginya, hal tersebut menjadi tanggung jawab perusahaan outsourcing yang membawahi mereka.

“Ini bukan tanggung Jawab UI, tetapi perusahaan ketiga yang membawahi mereka,” ungkapnya. Lebih jauh ia mengatakan bahwa terlalu bodoh apabila mahasiswa menganggap bahwa UI memiliki pegawai yang memiliki gaji rendah. Baginya, orang tersebut tidak memahami adanya perusahaan ketiga yang bekerja sama dalam menyediakan tenaga outsourcing. “Jadi, jangan salah kaprah. Terlalu bodoh apalagi mahasiswa yang ngomong begitu. Dia ngga memahami pihak ketiga yang bekerja sama dengan UI,” ujar Fauzi.

Teks : Ika Kartika


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *