KTR UI 2012, Masih Butuh Sosialisasi

Ditulis oleh admin web   // Maret 22, 2012   // 0 komentar

images (1)

Penetapan Universitas Indonesia sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR UI) telah diberlakukan sejak 1 januari 2012 yang lalu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor 1805/SK/R/UI/2011 yang dikeluarkan pada tanggal 21 September 2011 lalu. Namun hingga saat ini, penerapan kebijakan tersebut masih dipertanyakan.

“ Untuk implementasi pelaksanaannya saat ini dilepas kepada fakultas masing-masing. Di fakultas saya, FKM, misalnya SK rektor tersebut dirangkum kemudian disebarkan melalui tulisan-tulisan ‘Dilarang Keras Merokok’ “ , tutur Rita Damayanti, ketua tim KTR UI.

Sosialisasi yang berupa media tertulis tersebut juga dibenarkan oleh Ranny Ayu Putri Gesyari, mahasiswa Fakultas Ekonomi 2010. “ Di FE ada semacam baliho tentang larangan merokok. “

Senada dengan Ranny, Anugrah Ratri Kusumawardhani, mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik juga membenarkan adanya sosialisasi tersebut. “ Di FISIP ada sosialisasi tentang larangan merokok, tapi tidak berbentuk tulisan. Di FISIP sosialisasi tersebut berbentuk asbak dengan puntung rokok yang terbuat dari kardus. “ tuturnya.

Ketika ditanya tentang KTR UI, Mahrita Dwi Haryati, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2010 mengaku tidak terlalu mengetahui hal ini. “ Di FIB pelaksanaannya tidak terlalu gencar dan menyeluruh. Untuk di FIB sendiri tidak ada sosialisasi tentang KTR UI. Hanya ada ruangan merokok khusus untuk pengajar, namun tidak berlaku cukup efektif. “ ujarnya.

Implementasi yang belum menyeluruh ini juga dibenarkan oleh Rita. “ Saat ini kami masih menunggu SK tim penggerak dari pihak rektorat karena pihak rektorat sendiri belum bisa memutuskan siapa yang akan meng-handling SK ini, apakah dari pendidikan, apakah dari hukum. Jadi belum tahu. “ tutur Rita yang juga seorang Kepala Departemen Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UI.

Untuk implementasi di lingkungan UI sendiri, menurut Ismail Sumawijaya, kasubdit Pembinaan Lingkungan Kampus UI masih diterapkan di antara satpam. “ Jadi satpam yang merokok akan ditegur. Kalau untuk menegur dosen yang merokok, kami masih belum bisa karena belum ada SK tim penggeraknya. Kami masih menunggu dari pihak rektorat. “

Teks : Fandita Tonyka Maharani


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *