DLH BEM UI : Kami Tidak Tahu Soal Pembangunan Driving Range UI

Ditulis oleh admin web   // Maret 27, 2012   // 0 komentar

swing

Berawal dari berita yang diturunkan oleh Kompas.com pada Senin (19/03) berjudul “Wah…Diam-diam Hutan UI Dibabat untuk Driving Range!”, berita tentang dibangunnya salah satu proyek mercusuar UI ini pun berhembus ke publik. Sebuah lapangan golf yang berada di lahan seluas 200 x 50 meter di batas hutan antara Markas Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) dan Restoran Mang Engking telah 100% selesai dibangun. Menurut pantauan Suma terhadap berita yang beredar, saat ini, pembangunan area Driving range telah selesai, termasuk kolam renang berskala olimpiade, ruang serbaguna, lapangan tenis, basket, dan ruang pertemuan di dalamnya.

Menanggapi hal tersebut, Siti Jamaliah (Sitjam) selaku Kepala Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa UI (DLH BEM UI) mengaku tidak tahu. “Ini semua serasa tiba-tiba, tanpa ada komunikasi. Sampai beberapa waktu yang lalu (sebelum berita tentang Driving Range ini mencuat ke publik), kami masih menganggap UI akan menjaga lingkungan hutannya. Tidak akan diapa-apakan”, ujar Sitjam mengawali pembicaraan. Sayang, DLH BEM UI kecolongan. Proyek yang sudah selesai ini tidak mengikut sertakan peran BEM UI.

Ini bukan kali pertama rektorat berjalan sendiri tanpa mengikut sertakan peran mahasiswa. Menurut Sitjam, beberapa kebijakan UI terkait lingkungan juga mandek ditengah jalan, seperti perwujudan UI sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Seolah tidak membutuhkan bantuan, pihak rektorat sering tidak mengkomunikasikan kegiatan yang akan dilakukan. Padahal DLH BEM UI siap membantu dan mendukung kebijakan selama kebijakan tersebut dapat dikomunikasikan dengan baik.

Ketika dikonfirmasi perihal Driving Range UI yang sudah termaktub dalam master plan UI, Sitjam pun mengaku tidak tahu master plan yang mana yang mencantumkan pembangunan Driving Range.”Saya belum pernah melihat master plan UI yang mencantumkan Driving Range”, jawab Sitjam.

Untuk menjembatani hal tersebut, pihak DLH BEM UI akan segera mengadakan diskusi publik yang akan mengundang pihak rektorat dan mahasiswa. “Kami akan menjadikan diskusi publik bulan April nanti untuk membangun komunikasi yang baik. Semua kalangan masyarakat UI dapat menanyakan perihal isu lingkungan yang ada di UI, termasuk pembuatan Driving Range ini,” jelas Sitjam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat belum bersedia dikonfirmasi perihal luas area hutan yang dibabat dan jumlah dana yang dikeluarkan. Sikap ini berbeda 180 derajat dibanding ketika UI membangun gedung perpustakan UI, salah satu proyek mercusuar UI yang telah selesai terlebih dahulu. Di tambah lagi, area hutan yang dibabat untuk Driving Range menjorok masuk ke dalam, sementara bagian hutan di pinggir jalan raya dibiarkan tetap berdiri. Sehingga pembangunan ini tidak terlihat dari jalan raya.

Teks : Amalia Ayuningtyas

Foto : Ilustrasi – Dok. Internet


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *