Earth Hour adalah “Alat” Bukan Tujuan

Ditulis oleh admin web   // April 1, 2012   // 1 komentar

DSC_6487

Earth Hour sebagai bentuk kecintaan terhadap bumi, mengemat penggunaan energi listrik dengan mematikan lampu selama satu jam, pukul 20.30-21.30 disemarakkan di Margo City (31/3) kemarin. Program ini merupakan kerja sama  antara BEM UI, Green Community UI dan Komunitas Depok, juga didukung oleh WWF, Pemkot Depok, Margo City dan Old House.

Acara dimulai pukul 19.00-22.00 di depan Old House dengan menyuguhkan pentas seni dari Komunitas Depok dan Tarian  Kontemporer Genjring Gereget oleh Abang-Mpok Depok, serta  Stand Up Comedy.

Program yang sudah dimulai sejak tahun 2010 di Depok ini awalnya hanya digerakkan oleh Green Community UI sebagai partner resmi WWF. Pada tahun 2011 berhasil berkolaborasi dengan BEM UI untuk bekerja sama dan rektorat sukses sebagai simbolik. Barulah pada 2012 sukses menggaet Pemkot Depok dan Margo City untuk turut terlibat dalam program dan acara ini.

Yuditia dari Green Community UI menekankan bahwa Earth Hour ini bukanlah tujuan melainkan sebuah alat untuk mengajak masyarakat melakukan kepedulian terhadap energi. Tujuannya adalah mengedukasi masyarakat  untuk melakukan perubahan gaya hidup yang lebih bijak dalam penggunaan energi.

“Jadi, setelah kita matiin lampu itu tuh nggak selesai, kita harus lakuin gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Itulah arti tanda plus (+)”, ujar Yudit dalam presentasinya mengenai penjelasan logo 60+ pada Earth Hour.

Sangat disayangkan ternyata pemadaman lampu secara simbolik ini hanya dilakukan pada crown Margo City. Beberapa warga yang hadir nampaknya agak kecewa karena pemadaman ini tampak seperti anti-klimaks.

Finalis Abang-Mpok Depok 2011, Muhammad Arifin Wibisono atau akrab disapa Bang Wibi yang hadir dalam acara Earth Hour ini menanggapi, pemadaman ini bersifat kesadaran, bukan tindakan paksaan. Tidak adil kalau program ini dipaksakan kepada seluruh masyarakat. “Karena itu kita mengajak, semoga dengan gerakan seperti ini bisa menjadi titik tolak pertama dan semuanya akan ikut serta. Mungkin sekarang hanya Margo City saja tapi semoga tahun-tahun ke depan semua Margonda bisa berpartisipasi,” ungkap Wibi.

“Tahun ini mungkin hanya crown-nya, tahun besok bisa jadi  lantai duanya, tahun ketiga bisa jadi baru semuanya. Namanya juga department store mereka kan punya faktor-faktor ekonomi yang harus kita pertimbangkan. Kalau misalnya semua dimatikan maka pertimbangannya adalah kegiatan jual belinya akan berkurang, itu akan berdampak pada income yang mereka dapat. Tapi nggak apa-apa, daripada tidak sama sekali,” ujar Ketua BEM UI 2012, Faldo Maldini.

Berdasarkan data PLN Kota Depok yang diambil sampel, pemadaman crown Margo City selama 1 jam  dapat menghemat daya listrik sebesar 24 kWh atau setara dengan Rp28.000.

Faldo berharap program ini dapat terus dilanjutkan untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi terhadap aksi peduli lingkungan dan melakukan penghematan energi. “Kerja yang menginspirasi itu tidak selesai setahun” ungkapnya.

Teks : Agustina Pringganti


Berita Terkait

1 KOMENTAR

  1. By sony, November 14, 3805

    Earth hour Mantap!, Gelap lebih asyik

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *