Astra International Leadership Festival: Peka, Dalami Masalah untuk Kontribusi

Ditulis oleh admin web   // April 23, 2012   // 0 komentar

Leadership

Seminar bertajuk  “Light Up Your Leadership Spirit” diselenggarakan Kamis, 19 April 2012 di Balairung UI. Dalam kesempataan ini hadir tiga pembicara, yaitu Billy Boen (Consulting FounderYoung On Top), Mesty Ariotedjo (Ambassador of Indonesian Music Foundation) , dan Fathimah Sulistyowati (The Winner of AILF Speaker Challenge). Seminar ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Astra International Leadership Festival (AILF) yang dipersembahkan oleh mahasiswa penerima beasiswa Astra 1st UI.

Rangkaian acara dimulai dengan diadakannya AILF Speaker Challenge untuk kategori lomba individu dan Leadership Challenge untuk tim. Selanjutnya pemenang dari AILF Speaker Challenge didaulat menjadi salah satu pembicara dalam seminar AILF kemarin, dan 10 finalis Leadership Challenge pun turut diumumkan pada kesempatan itu. Untuk menentukan tim terbaik dari Leadership Challenge, ke-10 finalis harus melalui final presentation, setelah sebelumnya para finalis mengikuti workshop mengenai problem solving dan project planning.

Sesi pertama menghadirkan Billy Boen sebagai pembicara. “ Cuma 2% orang yang bisa sukses, untuk itu challenge yourself, never be satisfy, always perform beyond expectation”, ujar Billy. Selanjtunya Mesty Ariotedjo menebarkan semangat dan motivasi yang sama kepada para peserta di sesi kedua seminar. “Selalu tentukan skala prioritas dan komitmen yang tinggi dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan,” tuturnya. Sementara itu pembicara ketiga adalah Fathimah Sulistyowati, mahasiswa FK UI , pendiri Health Environment and Social Community (HES), sekaligus pemenang AILF Speaker Challenge.

“Latar belakang diadakannya acara ini adalah kami melihat kurangnya pengalaman , motivasi, serta pengetahuan mengenai kepemimpinan  di kalangan mahasiswa UI khususnya”, ujar Agus selaku Project Officer AILF. Sementara tiga poin utama yang diusung adalah mahasiswa bisa peka melihat masalah di masyarakat, mahasiswa bisa mengenali passion yang dimiliki, serta mahasiswa juga diharapkan mampu melakukan aksi dan berkontribusi nyata untuk menyelesaikan permasalahan yang ada saat ini.

“Harapan kami dengan mengikuti seminar para peserta dapat mengatasi kurangnya pengetahuan dan motivasi mengenai kepemimpinan, sedangkan untuk mengatasi kurangnya pengalaman kami membekali dengan workshop, khusus workshop memang hanya terbatas untuk para finalis Leadership Challenge,” tambah Agus.

Teks : Ghaida Rahmah


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *