Hutan Kota UI Riwayatmu Dulu

Ditulis oleh admin web   // April 23, 2012   // 0 komentar

Photo26

Dalam benak ingatan Nurul Winani dan Tafsoen Waryono, saat pertama kali menginjakan kakinya sekitar tahun 90-an, kampus UI  Depok masih dipenuhi banyak pepohonan karet dan rumput alang-alang. Layaknya hutan alam, kawasan kampus UI depok pada akhir 90-an itu, belum terbangun hutan yang dapat hidup berdampingan dengan aktivitas perkotaan atau hutan kota.

Ide perancanaan hutan kota UI pun muncul. Seperti yang dilansir Suara Mahasiswa dari green.ui.ac.id. Bermula dari konsepsi biologi konservasi yang dikembangkan oleh guru besar FMIPA UI Sambas Wirakusumah sekitar tahun 1983. Studi kasusnya berjudul “Pembangunan dan Pengembangan Hutan Kota di DKI Jakarta”.

Konsepsi Sambas itu disampaikan kepada Rektor UI pada saat itu, Nugroho Notosoesanto. Idenya tersebut mendapat sambutan baik dari BJ. Judono yang menjabat sebagai Wakil Rektor II UI. Alhasil. Judono menugaskannya prakarsai pembangunan hutan kota di kampus UI Depok. Namun. dengan satu syarat, dana pembangunannya di luar anggaran dari UI.

Lalu pada tahun 1985, Sambas pun menjalin kerja sama dengan Departemen Kehutanan yang terdiri dari Litbang Kehutanan Bogor, Kanwil Kehutanan, dan Dinas Pertanian dan Kehutanan DKI Jakarta. Seperti halnya Warek II UI, Dephan juga tertarik dengan konsep  hutan kota yang dibawa oleh Sambas ini.

Akhirnya, pada tahun 1986, pemerintah menurunkan empat sarjana ahli kehutanan, yakni Ismanto dan Muhandis dari Dep. Kehutanan, Maharanto dan Ruchijat dari Din. Pertanian DKI Jakarta, terakhir Edy dari Kanwil Kehutanan. Pihak UI sendiri menurunkan Tafsoen Waryono dan Joko Hartono. Kedua pihak itu pun membentuk tim pelaksana pembangunan hutan kota UI.

Rencana kerja dan anggaran hutan kota UI pun terbentuk, lalu diserahkan ke Dep. Kehutanan. Akhirnya, tim yang diperkarsasi oleh Prof. Sambas ini memperoleh kucuran dana sebesar Rp 40 juta.

Selain bantuan dana dan tenaga ahli, beberapa kedinasan turut memberi bantuan berupa bibit tanaman. Litbang Kehutanan Bogor memberikan 1.200 bibit yang terdiri dari 10 jenis tanaman. Penanaman 1.200 pohon itu dibiayai oleh Dep. Kehutanan. Lalu, Dinas Pertanian DKI Jakarta turut menyumbang 800 bibit (tujuh jenis) dan 800 pohon buah.

Pada akhirnya, semua persiapan awal membangun hutan kota UI pun dirasa cukup. Tepat pada 12 April 1987, kampus UI Depok dikukuhkan oleh Menteri Kehutanan RI Soedjawo sebagai pionir tahun pembangunan hutan kota pertama di Indonesia. Lalu, Mendikbud RI Fuad Hasan meyematkan nama Mahkota Hijau pada hutan kota UI tersebut.

“Berkat adanya hutan kota yang dibangun di UI, citra dan wibawa UI sebagai universitas riset pun meningkat,” kata Tarsoen Waryono saat menjadi pembicara di diskusi publik Save Hutan UI Jumat (20/4/2012).

Dimasyq Ozal


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *