Mapres Bukan sekadar Gelar

Ditulis oleh admin web   // April 26, 2012   // 0 komentar

papan-mapres

Mahasiswa berperestasi merupakan sebuah gelar prestisius bagi mahasiswa di negeri ini. Namun, banyak yang meragukan peran mereka karena minimnya kontribusi dan terkesan  hanya mencari popularitas.

Namun anggapan ini disanggah oleh Juara Mapres 1 FIK UI, Rona Cahyantari Merduatim. Menurutnya, menjadi Mapres adalah sebuah amanah untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi orang lain. “Menjadi mapres adalah amanah untuk menginspirasi orang lain untuk berbuat yang lebih baik”, ujarnya.

Mahasiswi FIK angkatan 2009 ini juga meraih gelar  mapres terfavorit dan mapres berkepribadian terbaik. Ia mengaku kalau gelar ini semakin menambah berat amanah yang ia pikul. “Gelar mapres terfavorit dan mapres kepribadian terbaik  ini berat banget” tegasnya.

Ketika ditanya soal motivasi socialnya dalam meraih gelar mapres, Rona mengatakan bahwa ia akan mengembangkan komunitas anak TKI(Tenaga kerja Indonesia). Gagasan ini muncul karena ia sendiri juga merupakan anak TKI  yang ibunya bekerja di Taiwan. “Dengan menjadi mapres UI saya akan punya banyak link untuk mengembangkan komunitas anak TKI ini” ujar Rona.

Rahardhyani Primarista Putri, Mapres 1 FIB UI juga mengemukakan bahwa Mapres memang seharusnya member kontribusi bagi UI maupun bagi bangsa. Mahasiswi sastra Prancis ini menambahkan bahwa kontribusi yang ia berikan ketika jadi mapres nanti adalah menyelenggarakan acara-acara gelar Budaya. “Dengan adanya acara-acara gelar budaya ini diharapkan masyarakat akan lebih mengenal budaya-budaya Indonesia.”ungkapnya.

Rahardyani juga menyatakan bahwa ia tidak memiliki target-target tertentu untuk mendapat gelar mapres 1 UI . “Yang penting bisa berkontribusi,dan bisa mengangkat nama FIB di kancah UI ” ujarnya.

Teks : Ubaidillah Pratama


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *