Crystal of Knowledge Kata Bakal Calon Pemimpin DKI

Ditulis oleh admin web   // Mei 1, 2012   // 0 komentar

perpusbaruUI

Pada Jumat (27/4), bertempat di ruang terbuka Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, Depok, diadakan pemaparan visi dan misi bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012 – 2017. Acara yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa dan Alumni Pascasarjana Ilmu Politik UI ini, dihadiri oleh Rektor UI, Gumilar R Somantri, dosen ilmu politik, serta mahasiswa UI. Bertindak sebagai panelis yakni Valina Singka Subekti, Ketua Program Pascasarjana UI, Prof. Hamdi Muluk, Guru Besar Psikologi UI, dan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kelima pasang bakal calon Gubernur DKI Jakarta memaparkan konsep yang mereka tawarkan untuk memimpin DKI Jakarta lima tahun mendatang. Di sela-sela pemaparan visi dan misi mereka, Suara Mahasiswa UI menanyakan kesan kelima bakal calon Gubernur DKI yang hadir terhadap Crystal of Knowledge tempat diadakannya acara tersebut di UI.

“Bagus, saya baru tahu kalau ini perpustakaan kalau tidak dikasih tahu rektor, ada toko-tokonya soalnya,” ucap Hidayat Nurwahid sambil menunjuk kearah Times dan Starbucks. Penilaian lain diutarakan Nono Sampono, wakil dari Alex Noordin ini mengungkapkan bahwa Perpustakaan Pusat UI meskipun megah namun tetap memperhatikan lingkungan. “Saya belum masuk ke dalam. Kelihatannya bagus tapi saya tidak yakin banyak yang baca buku di dalam,” ujar Jokowi yang saat itu mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi ciri khasnya saat ini.

“Saya liat bagus, harapan saya tidak hanya di UI tapi di seluruh lembaga pendidikan di Indonesia,” ungkap Hendardji Supandji yang maju dari jalur independen ini.

Berbeda dengan keempat pasang bakal calon yang lain, Faisal Basri yang didampingi Biem Benyamin menyoroti sistem pengelolaan Perpustakaan di UI. Menurutnya untuk mendukung pembelajaran bagi mahasiswa, pembangunan perpustakaan seharusnya tidak hanya membangun dalam sosok fisik tetapi juga harus memperhitungkan optimalisasi dan pengadaan buku yang diperlukan mahasiswa. “Jangan sekadar mengutamakan kemewahan, tapi fungsinya kurang, yang terpenting pengadaan bukunya,“ tutup Faisal Basri yang juga berprofesi sebagai Dosen di FE UI.

Teks : Yanuardi Budilaksono

 


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *