Elemen Iba, Cinta, dan Budaya untuk Kesadaran yang Sejati

Ditulis oleh admin web   // Mei 10, 2012   // 0 komentar

edukasi_20101008-104337

Tidak sedikit mahasiswa yang menganggap bahwa Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) kurang berhasil mencetak mahasiswa baru yang benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai yang ditanamkan sesuai dengan slogan yang selalu berganti setiap tahunnya. “Ya mungkin karena kegiatannya terlalu padat dan menjemukan, sehingga akhirnya kegiatannya kurang membekas dan nilai-nilai itu pun tidak tersampaikan,” ujar Annisa P., salah satu mahasiswa UI angkatan 2011.

Senada dengan pernyataan Annisa, Adi Teguh Purnomo yang merupakan mahasiswa UI angkatan 2010 pun mengatakan bahwa konten acara OKK terkadang tidak menunjukkan pesan yang ingin disampaikan secara jelas. “Waktu itu slogan OKK 2010 kan Siap Mengabdi, tapi dalam rangkaian acaranya kurang ada sense yang membuat kita sadar. Jadi ga bisa disalahkan lah kalau kita ga bisa mengimplementasikannya,” ungkap Adi.

Menanggapi hal tersebut, Cendy Adam, Project Officer OKK 2012 menjelaskan bahwa tidak adanya implementasi konkret mahasiswa dikarenakan kurangnya penghayatan terhadap suatu permasalahan. “Penghayatan itu harus dihadirkan terlebih dahulu supaya kesadaran terbangun,” tandas Cendy. Penghayatan yang berujung pada kesadaran inilah yang ingin diwujudkan dalam OKK 2012 sehingga tercetus konsep dengan slogan Iba, Cinta, Budaya, Aku Manusia!

Konsep OKK 2012 ini bertumpu pada kesadaran manusia akan fungsinya sebagai makhluk Tuhan yang memiliki tanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan melalui pemikiran secara mendalam. Cendy pun meyakini bahwa penghayatan tersebut dapat diwujudkan dengan adanya elemen dasar iba, cinta, dan budaya. “Soe Hok Gie pernah mengatakan bahwa yang paling berharga dan hakiki dalam hidup adalah bisa merasakan iba, cinta, dan kedukaan. Kesan inilah yang mau ditampilkan di OKK 2012. Sehingga rasa iba, cinta, dan budaya akan mewujudkan penghayatan yang berimbas pada kesadaran manusia,” tutur Cendy.

Untuk mencapai keberhasilan OKK 2012, tugas yang akan diberikan kepada mahasiswa baru pun dibuat sedemikian rupa sehingga memunculkan penghayatan dan kesadaran sebagai manusia. Salah satunya dengan meminta mahasiswa baru untuk mencari permasalahan lingkungan sekitar yang sederhana tetapi sarat muatan untuk membangkitkan kesadaran.

Reboisasi, bakti sosial buku dan sembako merupakan agenda lanjutan pasca OKK sebagai langkah awal perwujudan kesadaran yang telah dibangkitkan selama OKK. “Di OKK 2012 harus ada output pasca pembentukan kesadaran sebagai manusia,” ujar Cendy.

Ketika ditanyakan mengenai keyakinannya terhadap keberhasilan OKK 2012, Cendy menyatakan keyakinannya bahwa OKK 2012 akan benar-benar membangkitkan kesadaran sebagai manusia. Namun Cendy pun tidak memungkiri bahwa waktu penyelenggaraan OKK yang singkat menjadi salah satu ancaman sehingga dibutuhkan kerja keras untuk mewujudkannya. “Setidaknya momentum OKK dapat dijadikan pedoman untuk mengkritisi berbagai permasalahan yang dihadapi mahasiswa kedepannya, tandas Cendy.

Teks : Anugerah Indah Lestari


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *