Bercinta Dalam Kardus : Pelajaran Menikmati Keterbatasan

Ditulis oleh admin web   // Mei 11, 2012   // 0 komentar

Pementasan Bercinta Dalam Kardus digelar oleh Teater FEUI pada 9-10 Mei lalu di Auditorium Fakultas Ekonomi UI. Pementasan teater yang sudah digarap sejak bulan Februari dan bertajuk musikal ini bercerita tentang kebahagiaan warga di kampung pemulung yang menikmati hidup. Menceritakan juga  kebimbangan wanita miskin di kampung tersebut untuk memilih  diantara 2 lelaki, yang buta tapi bersuara merdu atau yang melihat tapi bersuara sumbang, untuk menjadi kekasih sejatinya.

Sutradara Bercinta Dalam Kardus, Ramlan Pangaribuan mengatakan pementasan ini menceritakan bagaimana gambaran kehidupan sebagian orang. “Kalau yang namanya keterbatasan atau segala macam hal yang membuat kita jadi tidak bisa menikmati hidup, bagi sabagian orang lain, itu tidak menjadi  halangan. Intinya bersyukur dan cinta itu jangan memandang dari kekurangan dia tapi dari sisi positif dan ketulusan hatinya,” ungkap Ramlan yang juga memerankan tokoh sebagai bos pemulung dalam pementasan musikal ini.

Meskipun ini pertama kalinya Teater FEUI mementaskan teater musikal, namun mereka berhasil menciptakan 14 lagu untuk pementasan Bercinta Dalam Kardus ini. “Bagus. Karena ini musikal jadi lebih dominan musiknya. Masalahnya sih ada di sound, karena ini musikal jadi akan lebih bagus dan unik kalau sound nya bagus,” ujar Adan, salah satu penonton Bercinta Dalam Kardus.

Ketika ditanya mengenai pesan yang disampaikan Adan menjawab, “Pesannya agak bias, tapi suasana happy nya dapet. Kalau hanya sekedar menggambarkan orang miskin yang hidup bahagia ya bagus”.

Teks : Agustina Pringganti

Foto : Dias Asilatiningsih

 


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *