Mereka yang Terusir Karena Iman

Ditulis oleh admin web   // Mei 25, 2012   // 0 komentar

Judul                      : Maryam

ISBN                        : 9789792280098

Penulis                  : Okky Madasari

Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan                : Cetakan I, Februari 2012

Ini adalah tentang mereka yang terusir karena iman di negeri yang penuh keindahan. Ya, novel ini menceritakan kepedihan-kepedihan yang saat ini masih terus dirasakan — dan tak ada kepastian kapan semua akan berakhir — oleh jamaah Ahmadiyah yang mengalami pengusiran secara semena-mena dari kampung mereka.

Berlatar di Pulau Lombok, Pak Khairuddin dan keluarganya telah turun-temurun tinggal di sana sejak zaman kakek buyut mereka. Ayah Pak Khairuddin termasuk generasi pertama yang masuk Ahmadiyah di kampungnya. Warga kampung itu tetap hidup wajar dalam perbedaan yang sama-sama mereka sadari. Suatu hari warga kampung menjadi beringas tanpa sebab yang jelas sehingga keluarga Pak Khairuddin dan keluarga-keluarga Ahmadiyah lain mengalami pengusiran dari kampung mereka. Ketika telah mampu membangun kembali kehidupan, mereka mengalami pengusiran untuk kedua kalinya dan harta benda mereka habis dijarah. Bahkan sampai meninggal pun, jenazah Pak Khairuddin diusir tak bisa dimakamkan di kampungnya karena diusir warga kampung.

Maryam, tokoh utama cerita, adalah anak perempuan Pak Khairuddin yang cerdas dan beruntung hingga bisa menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri di Jawa dan bekerja di sebuah bank di Jakarta. Kehidupan cintanya menggegerkan keluarga karena ia memutuskan untuk menikah dengan orang dari luar Ahmadiyah. Namun akhirnya ia meninggalkan semuanya. Ia kembali ke Lombok karena cintanya pada keluarga, tapi bukan demi iman keluarga.

Mengambil sudut pandang dari Maryam si tokoh utama, novel ini mengambil jarak dari permasalahan yang dikisahkan. Wajar jika kemudian novel ini tidak menghadirkan ketegangan yang intens dan penggambaran gejolak batin secara mendetail. Penulis menata tensi cerita dengan cerdas dan menghadirkan klimaks cerita yang sempurna.

Teks : Muhammad Syifauddin Mubarrok


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *