Siaran Pers English Art Festival 2012

Ditulis oleh admin web   // Mei 25, 2012   // 0 komentar

Art’s Around: EAL Arts Festival 2012

Ikatan Keluarga Mahasiswa Inggris, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya,  Universitas Indonesia (IKMI FIB UI) akan menyelenggarakan peresmian berdirinya sebuah wadah berkesenian yang diberi nama English Art Lab pada hari Selasa, 5 Juni 2012. Acara peresmian yang bertajuk “Art’s Around: EAL Arts Festival 2012” ini bertujuan untuk memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan apresiasinya terhadap seni dan sastra.

Festival ini akan menampilkan pertunjukan teater ‘Manusia Kayu’. Produksi perdana dari EAL ini pertama kali dipentaskan pada ajang kompetisi teater antar mahasiswa di FIB UI pada tahun 2011. Karya tersebut berhasil menyabet juara pertama, penyutradaraan terbaik, aktor pendukung terbaik, poster terbaik, serta masuk di sejumlah nominasi untuk naskah, musik, kostum, dan aktor utama terbaik. Festival ini juga akan diramaikan oleh pameran karya seni mahasiswa program studi Inggris dari kelas Penulisan Kreatif. Karya-karya yang akan ditampilkan antara lain, dramatisasi dan musikalisasi puisi, pertunjukan dramatic reading, serta kumpulan cerita pendek.

EAL Arts Festival 2012 diproduseri oleh Malik Ganis Ilman dan diketuai oleh Dea Maria Christa. Diharapkan melalui acara ini, generasi muda dapat melihat sastra dan seni sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat dinikmati oleh siapa saja dengan cara yang ringan dan menyenangkan.

SINOPSIS ‘MANUSIA KAYU’

Di negeri ajaib dimana sihir sudah menjadi hal biasa, berdirilah Green High School, sekolah tingkat atas yang dipimpim oleh Mr. Principal, seorang kepala sekolah bertangan besi yang sangat mencintai angka dan keteraturan. Semua siswa yang berada di sekolah tersebut harus menuruti tata tertib peraturan sekolah yang berlaku. Pertanyaan dan segala bentuk kreativitas adalah pembangkangan.

Sekolah yang sudah berpuluh-puluh tahun menyandang predikat ‘Sekolah Unggulan’ ini memiliki satu kelas yang dianggap “kelas bermasalah.” Salah satu guru yang mengajar di sini adalah Mr. Clum yang karena gayanya yang kikuk dalam mengajar dijuluki “Mr. Clumsy” oleh para siswa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah memberikan pelajaran tambahan kepada para siswa untuk memberikan kisi-kisi dalam menghadapi Ujian Akhir yang sudah di depan mata. Tetapi para siswa yang digawangi oleh Vino, memberontak untuk mengikuti pelajaran Kesusastraan yang diberikan oleh Mr. Clum karena merasa bosan dengan cara mengajarnya yang monoton dan terlalu terpaku pada buku. Mereka merasa pelajaran yang mereka terima tidak membuka mata mereka terhadap ilmu pengetahuan apalagi mengajak mereka untuk berpikir kritis. Semua serba instan, serba praktis.

Mr. Clum yang semakin kewalahan menghadapi sikap perlawanan dari para siswa untuk kesekian kalinya mengadu pada Mr. Principal dan memohon agar ia diberikan keleluasaan dalam mengajar. Alih-alih mendapatkan dukungan, ia justru semakin mendapat tekanan. Sistem yang sudah berjalan puluhan tahun tetap harus ia terapkan demi satu tujuan; menjadi nomor satu. Mr. Principal meminta agar memakai segala cara untuk mencapai target angka kelulusan. Tidak tahan lagi dengan hal yang bertentangan dengan nuraninya, Mr. Clum mengundurkan diri.

Setelah perginya Mr. Clum, Mr. Principal memanggil Mrs. Coldwell, seorang guru bertangan besi dan penyihir hitam yang mengambil jiwa anak-anak. Di bawah Mrs. Coldwell, aturan-aturan diperketat. Sanksi ditegakkan tanpa kenal ampun. Dengan pengaruh sihirnya yang kuat, para siswa diubahnya menjadi manusia kayu. Keceriaan di kelas itu hilang. Yang tersisa hanya keseragaman dan keteraturan tanpa jiwa.

Vino yang selalu berjuang mempertahankan sisa kemanusiaannya, menjadi satu-satunya siswa yang mampu bertahan dari pengaruh sihir Mrs. Coldwell. Dengan kekuatan yang tersisa, ia memberontak dan melawan Mrs. Coldwell untuk menyelamatkan teman-temannya.

Di antara carut-marutnya sistem pendidikan di negeri antah berantah itu, terselip pula cerita antara Vino dan ayahnya, yakni Mr. Gap yang kerap ia sebut ‘Pak Direktur.’ Mr. Gap, pemilik pabrik boneka  terbesar di negeri itu, menaruh harapan agar kelak anak semata wayangnya bisa menjadi ‘orang’. Tak ketinggalan kisah cinta diantara Vino dan Abby serta kenakalan dan kejenakaan khas anak remaja yang tercipta diantara para siswa.

‘Manusia Kayu’ diadaptasi dari dongeng Pinocchio karya Carlo Collodi oleh Herlin Putri dan Rahadian Adetya dan dituangkan dalam bentuk pergelaran teater dengan memadukan beragam unsur seni seperti musikalisasi puisi, nyanyian, musik, dan tari. Pelakon dari pertunjukan ini adalah para mahasiswa yang tergabung dalam EAL itu sendiri. Konsep artistik dipercayakan kepada Soorjo Sani dengan Avrila Bayu sebagai penata musik dan Fenia Roscha sebagai penata gerak. Semua dibungkus dengan apik oleh sang sutradara Herlin Putri. Di samping bertujuan untuk menghibur, pertunjukan imajinatif ini mencoba mempertanyakan sistem pendidikan yang konon diterapkan untuk menciptakan manusia yang seutuhnya. Saat menjadi ‘orang’ sudah kian menjadi tujuan yang jamak untuk masa depan, karya ini bertanya lebih jauh; ‘orang’ seperti apa? atau bahkan apa itu ‘orang’?

INFORMASI

Demikian press release acara EAL Arts Festival 2012 dan sinopsis mengenai petunjukan teater ‘Manusia Kayu.’ Untuk informasi lebih lanjut atau untuk konfirmasi kedatangan, sila hubungi:

Ryana Andari di 081298550950/ ryanaandari@yahoo.co.uk ;

Dea  Christa di 081905666624/ dea.christa@gmail.com. ; atau follow @EnglishArtLab


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *