UI Tidak Punya Sistem Kepegawaian?

Ditulis oleh admin web   // Juli 2, 2012   // 0 komentar

Status BHMN yang disematkan kepada UI sejak tahun 2000 ternyata membawa masalah terhadap status karyawan. Ribuan karyawan UI tidak mempunyai status kepegawaian yang jelas, hal inilah yang disampaikan oleh Andri Wibisana selaku Ketua Paguyuban Karyawan UI kepada Suara Mahasiswa.

Tidak jelasnya status tersebut disebabkan oleh UI tidak mempunyai sistem kepegawaian. “UI itu tanpa sistem (kepegawaian), jika ada yang mengatakan UI mempunyai sistem tolong tunjukan.” Lebih lanjut Andri menuturkan bahwa SK Rektor tahun 2007 tentang kepegawaian terdapat banyak kekurangan baik dari sisi tidak semua karyawan mendapat informasi tentang SK tersebut, dari segi yuridis dalam poin menimbang berisi untuk mengisi kebutuhan pegawai, yang berarti bahwa pegawai lama dianggap pegawai baru dan masa kerja lamanya tidak diakui ,dan tidak terdapatnya standard gaji bagi pegawai Universitas. Andri menuturkan Rektor pun mengakuinya dan berusaha untuk memperbaiki bersama.

Ahmad Fauzi Arsan, Kepala Sub Bidang Remunerasi UI mengakui adanya ketidakjelasan status. Tetapi UI selalu mengusahakan untuk memenuhi hak-hak karyawannya. “ Ada 2300an karyawan yang diangkat menjadi pegawai Universitas dan gaji pokok mereka disamakan dengan gaji PNS ditambah dengan beberapa tunjangan dari UI.”

Ahmad juga menjelaskan bahwa kedepan yang akan diangkat menjadi pegawai univesitas di tenaga kependidikan (diluar dosen) hanya tenaga administrasi dan IT. “Universitas bukan padat karya, maka tenaga kebersihan nantinya akan di outsource”.

Andri membantah informasi dari Ahmad Fauzi Irsan tentang penyetaraan gaji dan jenjang karir bagi pegawai universitas “Kata siapa, gaji dan golongan setara dengan PNS? Mana buktinya, mana aturannya?”

Masalah status kepegawaian ini adalah masalah lama yang tidak terurus,  “ini masalah lama yang tidak pernah diurus oleh UI, bahkan sejak rektor-rektor sebelumnya.”

Mengenai permasalahan ini, Paguyuban Karyawan UI terus mengambil langkah untuk berdiskusi dengan pihak-pihak terkait seperti kementrian dan DPR untuk memperjuangkan kejelasan status karyawan UI menjadi PNS, “BHMN lain bisa kok, bahkan UGM telah mengangkat 2000-an orang karyawannya pada tahun 2005. UI tidak pernah menawarkan ke pemerintah untuk mengangkat karyawannya”.

Josua Roniasi


Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *